119 ASN Formasi 2024 Terima SK dari Wali Kota Mojokerto
Kota Mojokerto - Penyerahan SK ASN Formasi 2024
Sebanyak 119 Aparatur Sipil Negara (ASN) angkatan 2024 resmi menerima petikan Surat Keputusan (SK) dari Wali Kota Mojokerto. Acara penyerahan berlangsung secara simbolis di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto pada Jumat, 25 April 2025. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, menyerahkan SK kepada 14 CPNS dan 105 PPPK yang baru saja dilantik.
Pesan Wali Kota kepada ASN
Dalam sambutannya, Ning Ita menyampaikan ucapan selamat kepada para CPNS dan PPPK yang telah resmi menjadi bagian dari Pemerintah Kota Mojokerto. Ia menekankan bahwa status sebagai ASN bukan hanya sekadar jabatan, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan.
“Perlu saya garis bawahi di sini, jabatan merupakan amanah yang dipercayakan dan wajib dipertanggungjawabkan. Tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat Kota Mojokerto, tetapi juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” ujarnya.
Pentingnya Pelayanan Publik yang Berkualitas
Ning Ita juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan publik yang dilandasi oleh nilai ketulusan dan keikhlasan. Ia berharap agar para ASN dapat menjadikan penerimaan SK sebagai motivasi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diemban dengan lebih baik.
Adaptasi di Lingkungan Kerja Baru
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya adaptasi bagi para PPPK yang akan mengalami perubahan lokasi penugasan. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) organisasi sangat penting untuk dapat berkontribusi secara optimal.
“Segera pahami tupoksi di tempat Anda ditugaskan. Bangun sinergi dan kolaborasi, baik secara internal maupun eksternal. Kuatkan kerja sama dan solidkan sinergi untuk menciptakan good governance di Kota Mojokerto,” tambahnya.
Reformasi Birokrasi yang Berorientasi Masyarakat
Ning Ita juga mengingatkan para ASN untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN atau core values 'BerAKHLAK', serta melaksanakan reformasi birokrasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Birokrasi bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan harus lincah dan cepat serta mampu memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.




