16 Dapur MBG di Bangkalan Belum Daftar Karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan
KABAR MADURA | 16 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Bangkalan belum mendaftarkan pegawainya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Hal ini terungkap setelah Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bangkalan Indriyatno menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat 55 dapur MBG yang telah beroperasi. Namun, dari jumlah itu, baru 39 dapur yang mendaftarkan pegawainya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Dari datanya bisa dilihat yang belum mendaftarkan 16 dapur MBG, untuk alasannya tidak diketahui kenapa belum mendaftarkan,” ungkapnya, Rabu (18/2/2026).
Dia menjelaskan, untuk program MBG berbeda dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan lainnya, yakni sepenuhnya ditanggung penuh oleh Badan Gizi Nasional, sehingga karyawan dibebaskan dari iuran tersebut.
Menurut Indriyatno, melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, para karyawan dapat memperoleh jaminan keselamatan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Sebab itu, dia berharap, dapur MBG yang belum mendaftarkan pegawainya segera memenuhi kewajiban tersebut.
“Sebenarnya sudah tercantum di petunjuk teknis (Juknis) BGN, jadi mau tidak mau karyawannya memang harus didaftarkan,” jelasnya.




