Kutipan Media - KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Afrika Selatan meningkat setelah Washington resmi mengambil alih presidensi G20 awal bulan ini. Langkah itu dilakukan setelah AS hampir sepenuhnya memboikot masa kepemimpinan Pretoria, termasuk KTT G20 pada November lalu.
Menurut laporan France 24 pada Rabu, 3 Desember 2025, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan kritik keras terhadap penyelenggaraan G20 oleh Afrika Selatan dan mengulangi pernyataan Presiden Donald Trump bahwa negara itu tidak akan diundang ke seluruh rangkaian acara G20 tahun depan, termasuk KTT di Miami.
Respons Afrika Selatan
Menanggapi pernyataan AS, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan kepada wartawan, “Kami belum menerima pemberitahuan tertulis dan akan menanganinya ketika sudah diterima.” Ia menegaskan bahwa Afrika Selatan tetap merupakan anggota penuh G20 dan masa presidensinya dinilai berhasil oleh komunitas internasional.
Ramaphosa menambahkan, “Yang kami inginkan sebagai Afrika Selatan adalah diperlakukan sebagai negara berdaulat yang setara, negara yang menghormati negara lain, serta mendorong keberhasilan dan kesejahteraan negara lain.”
Pemerintahan Trump sebelumnya juga mengusir duta besar Afrika Selatan pada Maret dan memberlakukan tarif dagang sebesar 30 persen. Adapun G20 terdiri atas 19 ekonomi terbesar dunia ditambah Uni Eropa dan Uni Afrika. Kelompok ini menyumbang 85 persen PDB global dan dua pertiga populasi dunia.
Tuduhan Trump soal Genosida Kulit Putih
Dilansir dari Al Jazeera, Trump sebelumnya memilih untuk tidak menghadiri KTT G20 di Johannesburg November lalu, yang merupakan KTT pertama di Afrika. Dalam unggahan di media sosialnya awal bulan ini, ia menyebut penyelenggaraan KTT tersebut benar-benar memalukan dan menuduh pemerintah Afrika Selatan melakukan pembantaian terhadap warga kulit putih (white genocide) dari komunitas Afrikaner (etnis kulit putih di Afrika).
Ia menulis, “Warga Afrikaner sedang dibunuh dan disembelih, dan tanah serta pertanian mereka dirampas secara ilegal.”Trump merujuk pada komunitas kulit putih keturunan pemukim Belanda, Prancis, dan Jerman. Pemerintah Afrika Selatan telah membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim itu.
Pada Rabu lalu, Trump kembali menegaskan melalui unggahan di media sosialnya bahwa Afrika Selatan tidak akan diundang ke KTT G20 tahun depan yang akan diselenggarakan Amerika Serikat.