AS Perluas Larangan Produk Teknologi China, Termasuk Perangkat Lama
Teknologi

AS Perluas Larangan Produk Teknologi China, Termasuk Perangkat Lama

Kutipan Media - Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump, yang kebijakan-kebijakannya terus berlanjut, kembali memberlakukan langkah-langkah pembatasan yang lebih ketat terhadap produk teknologi yang berasal dari China. Upaya ini diinisiasi oleh Federal Communications Commission (FCC), regulator telekomunikasi di AS, dengan mengajukan aturan baru.

Aturan yang diusulkan tersebut berpotensi memperluas daftar perangkat yang dilarang, mencakup berbagai produk seperti router, kamera, dan telepon seluler. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya yang telah menargetkan sejumlah perusahaan teknologi raksasa China seperti Huawei, Hikvision, Dahua Technology, ZTE, dan Hytera.

Sebelumnya, pada tahun 2021, FCC telah memasukkan perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam. Penilaian tersebut didasarkan pada risiko yang dianggap dapat membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat. Namun, pada saat itu, larangan hanya diberlakukan untuk produk-produk baru yang belum memperoleh izin edar, sedangkan perangkat lama yang sudah disetujui masih diizinkan untuk dijual.

Dilansir dari CNET pada Rabu (8/4/2026), proposal terbaru dari FCC menunjukkan keinginan untuk memperluas jangkauan larangan tersebut. Peraturan baru ini bertujuan agar larangan mencakup semua produk, termasuk yang sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan untuk beredar di pasar AS. FCC berpendapat bahwa perangkat lama pun tetap berpotensi menimbulkan risiko, khususnya terkait isu keamanan data dan jaringan.

Perangkat yang menjadi perhatian utama meliputi router Wi-Fi, kamera keamanan, dan berbagai alat telekomunikasi lainnya. Produk-produk ini digunakan secara luas oleh masyarakat dan berbagai bisnis, menjadikannya bagian krusial dari infrastruktur jaringan, baik di lingkungan rumah maupun kantor.

FCC bahkan mengusulkan penghentian seluruh aktivitas impor dan pemasaran produk-produk yang terpengaruh dalam waktu maksimal 30 hari setelah aturan baru tersebut diberlakukan. Meski demikian, larangan ini tidak akan memengaruhi perangkat yang telah dimiliki dan sedang digunakan oleh warga Amerika Serikat.

Pembatasan ini didasari oleh kekhawatiran pemerintah AS mengenai potensi penyalahgunaan data. Beberapa laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa perusahaan teknologi China diduga memiliki kemampuan untuk mengakses informasi sensitif melalui celah sistem atau 'backdoor'.

Meskipun belum ada keputusan final, inisiatif ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan terhadap perusahaan teknologi China dalam beberapa tahun terakhir. Larangan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, FCC juga telah memberlakukan pembatasan impor drone dari China serta menghentikan persetujuan untuk perangkat baru yang menggunakan komponen dari perusahaan yang masuk daftar hitam.

Proposal terbaru ini akan dibuka untuk menerima masukan dari publik hingga awal Mei 2026. Setelah periode tersebut, proposal akan diputuskan melalui pemungutan suara oleh FCC, menentukan apakah aturan baru ini akan resmi diterapkan.

You can share this post!