Bahlil Dorong Investasi AS di Sektor Energi, Pastikan Ekspor Mentah Dihentikan
Ia menegaskan, alokasi dana tersebut bukan untuk menambah total volume impor energi Indonesia, melainkan mengalihkan sebagian sumber pasokan dari negara lain ke Amerika Serikat.
“USD 15 miliar yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti kita menambah volume impor, namun kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara di antaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama, cuma kemudian kita geser,” jelasnya.
Bahlil menambahkan, dalam praktiknya pembelian tersebut tetap akan memperhatikan mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Ia juga menyebut impor LPG Indonesia saat ini mencapai sekitar 7 juta ton per tahun, di mana sebagian pasokan sudah berasal dari Amerika Serikat dan volumenya akan ditingkatkan.
Terkait pelaksanaan, Bahlil menyatakan setelah masa 90 hari sesuai arahan Presiden selesai, pemerintah akan langsung memulai tahapan eksekusi.




