Kutipan Media - KOMPAS.com - Biaya visa Jepang naik lima kali lipat menjadi 15.000 yen atau sekitar Rp 1,67 jutaan untuk single entry visa (visa sekali masuk) per 1 Juli 2026. Semula, biayanya hanya 3.000 yen atau Rp 334.000.
Meski demikian, agen perjalanan wisata (travel agent) memprediksi Jepang tetap menjadi destinasi luar negeri favorit bagi Warga Negara Indonesia (WNI).
"China sama Jepang menurut saya mirip-mirip sih. Masih masuk top three (tiga besar) negara favorit," kata Branch Manager Dwidayatour, Lely Fitrian, ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (5/7/2026).
Pada Juli 2025, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang mencapai 3,4 juta orang, didominasi oleh turis asal China dan Korea Selatan.
Japan National Tourism Organization (JNTO) juga mencatat ada 15 pasar yang mencetak rekor baru jumlah wisatawan pada Juli 2025. Salah satunya adalah Indonesia.
Alasan Jepang masih jadi destinasi favorit meski biaya visa naik
Paspor elektronik masih bebas visa waiver
Freepik Daftar egara bebas visa bagi Paspor Indonesia Januari 2026.
Lely mengungkapkan bahwa kewajiban visa Jepang hanya berlaku bagi pemegang paspor non-elektronik, sehingga tidak terlalu memengaruhi minat WNI untuk berkunjung.
"Kalau dari sisi fleksibilitas, buat e-passport sih enggak ada perubahan, tetap bisa pakai free visa waiver," kata dia.
Ia juga menyarankan masyarakat yang belum memiliki paspor untuk langsung membuat paspor elektronik (e-paspor) supaya lebih mudah saat berkunjung ke Jepang.
Bagi pemegang paspor non-elektronik, Lely menyarankan untuk mengurus multiple entry visa agar bisa berkunjung ke Jepang berkali-kali tanpa boncos.
Namun, perlu dicatat bahwa biaya multiple-entry visa Jepang juga naik menjadi 30.000 yen atau sekitar Rp 3,3 jutaan, dari biaya semula 6.000 yen atau sekitar Rp 661.368, seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Jepang.
Tarif paket wisata dijual terpisah
Dihubungi terpisah, General Manager of Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton, mengungkapkan bahwa kenaikan biaya visa tidak berdampak langsung terhadap harga paket wisata.
Sebab agen perjalanan wisata tersebut menawarkan biaya visa secara terpisah, sehingga tidak memengaruhi harga paket tur.
Harga paket wisata ke Jepang justru ditentukan oleh kenaikan harga tiket pesawat hingga kurs yang banyak dipengaruhi oleh situasi geopolitik.
"Secara keseluruhan, perubahan harga paket wisata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor operasional seperti harga tiket pesawat, nilai tukar mata uang, tarif hotel, dan periode perjalanan seperti libur sekolah atau akhir tahun," tutur Ricky.