Britney Spears Ungkap Rasa Syukur dan Trauma Masa Lalu
Sumber Foto: Tempo.co
Hiburan

Britney Spears Ungkap Rasa Syukur dan Trauma Masa Lalu

PENYANYI Britney Spears kembali mencurahkan perasaannya melalui pernyataan di media sosial pribadinya pada Rabu, 4 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut, pelantun lagu "Toxic" ini merefleksikan perasaan kesepian dan trauma mendalam akibat perlakuan keluarganya di masa lalu.

Dilansir dari laman People, Britney secara terbuka mengungkapkan rasa syukurnya karena masih bisa bertahan hingga saat ini, meskipun ia merasa telah diperlakukan dengan sangat buruk oleh orang-orang terdekatnya selama bertahun-tahun.

Britney menjelaskan bahwa isolasi yang ia alami di bawah dalih "bantuan" dari keluarganya adalah sebuah kesalahan besar yang meninggalkan luka permanen. Ia merasa dikhianati oleh sistem dan keluarganya sendiri yang seharusnya menjadi pelindung utamanya.

“ Sebagai manusia, yang benar-benar kita inginkan adalah merasa terhubung satu sama lain dan tidak pernah merasa sendirian. Bagi kalian di keluarga kalian yang mengatakan bahwa membantu kalian adalah dengan mengisolasi kalian dan membuat kalian merasa sangat tersisihkan, mereka salah, ” tulisnya.

Trauma yang Tak Terlupakan

Sejalan dengan ungkapan tersebut, laporan dari Chosun Biz juga menyoroti bagaimana trauma tersebut kini berubah menjadi rasa takut yang nyata. Britney menekankan bahwa meskipun ia bisa memaafkan, ingatan akan rasa sakit itu tidak akan pernah hilang. " Kita bisa memaafkan sebagai manusia tetapi Anda tidak akan pernah lupa," tulisnya. Hubungan yang rusak selama 13 tahun tampaknya masih menyisakan ketegangan besar hingga saat ini.

Britney kemudian memberikan pernyataan mengenai ketahanan dirinya menghadapi perlakuan kejam keluarganya. Penyanyi berusia 44 tahun tersebut menegaskan, “ Saya merasa sangat beruntung bisa tetap hidup dengan bagaimana keluarga saya memperlakukan saya di satu masa hidup saya, dan sekarang saya takut pada mereka. ” Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ia telah bebas secara hukum sejak 2021, rasa aman secara emosional masih menjadi perjuangan yang berat baginya.

Di akhir pesannya, ia juga menutup dengan pandangan skeptis terhadap pertanggungjawaban keluarganya, terutama sang ayah, Jamie Spears. “Karena sejujurnya, apa pun yang Dia katakan, mereka tidak akan pernah bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan," tulis Britney. Unggahan ini kembali memicu simpati luas dari para penggemarnya, yang terus mendukung langkah Britney dalam mencari kedamaian dan keadilan atas masa lalunya.