Buleleng Peringati Bulan K3, Sekda Tekankan Perlindungan Pekerja
SINGARAJA, NusaBali.com - Pemerintah Kabupaten Buleleng memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026 yang dipusatkan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Jumat (6/2). Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan pekerja sebagai bagian dari penguatan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa. Ia menegaskan Bulan K3 tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata. Menurutnya, bulan K3 bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi momentum refleksi bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah hak dasar setiap pekerja.
Suyasa menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak akan bermakna tanpa perlindungan terhadap manusia yang menggerakkannya. Oleh sebab itu, ia mengajak para pelaku usaha agar konsisten menerapkan sistem manajemen K3 dan menjadikannya sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.
“Kepada para pekerja, Bupati berpesan agar senantiasa mematuhi prosedur kerja yang aman, menggunakan alat pelindung diri, serta berani melaporkan potensi bahaya di tempat kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan K3. Karena itu, seluruh pelaku usaha diimbau mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM Kabupaten Buleleng Putu Arimbawa menjelaskan, peringatan Bulan K3 dilaksanakan berdasarkan kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Bulan K3 Nasional berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran dan budaya K3, menekan angka kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja, dan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman dan bermartabat,” jelasnya.
Beragam kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari kampanye K3, sosialisasi dan pembinaan ke perusahaan, inspeksi K3, simulasi, hingga lomba teknik pemadaman kebakaran yang melibatkan perusahaan dan pekerja. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan kolaboratif antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
Dalam rangkaian acara tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buleleng juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada pekerja dan ahli waris. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buleleng I Gusti Ayu Hayatti Yowani menyebut, santunan tersebut merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi pekerja.
Beberapa santunan yang diserahkan antara lain beasiswa pendidikan senilai Rp 79,5 juta kepada Gede Agus Sugiartana, siswa SDN 3 Tinga-tinga, serta beasiswa Rp 71 juta kepada Kadek Ayu Sucianing, siswi SMP Negeri 3 Gerokgak. Beasiswa juga diberikan kepada Jesicha Damayanti Manurung, mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha, sebesar Rp 96 juta, dan Komang Wangik Nadi Asih, siswa SMAN 2 Banjar, sebesar Rp 66 juta.
Selain itu, santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) diberikan kepada Made Muliasih berupa biaya perawatan di RS Prof Ngoerah senilai Rp 60.703.700. Santunan Jaminan Kematian (JKM) masing-masing Rp 42 juta diserahkan kepada ahli waris Made Tunjung dan Sudarmo. *mzk




