Kutipan Media - Senator Texas John Cornyn dan Ted Cruz mengkritik memorandum of understanding (MOU) dengan Iran yang berpotensi membuka jalan pelonggaran sanksi dan kembalinya ekspor minyak. Mereka menilai langkah ini berisiko memperkuat kemampuan militer Iran.
Kedua senator Partai Republik sebelumnya mendukung operasi militer yang dilakukan Presiden Trump, yang diklaim mampu menunda kemampuan nuklir Iran. Namun, setelah munculnya MOU, fokus mereka beralih kepada dampak ekonomi dan keamanan jangka panjang dari kesepakatan tersebut.
Cruz menyebut pemberian dana kepada Iran sebagai “ide yang sangat buruk” dan mengkhawatirkan potensi penggunaan uang tersebut untuk memperkuat mesin militer dan jaringan proksi Iran. Sementara itu, Cornyn mengungkapkan kekhawatirannya terhadap isi MOU yang belum dilihatnya, tetapi telah mendengar informasinya yang membuatnya cemas akan konsekuensi dari pelonggaran sanksi.
Di sisi lain, Trump dan Wakil Presiden JD Vance memuji MOU sebagai langkah untuk mengakhiri konflik dan mencegah Iran memiliki senjata nuklir, dengan penegasan bahwa tidak ada uang dari Amerika Serikat yang akan dikucurkan tanpa kepatuhan dari Iran. Namun, kritik dari Cornyn dan Cruz menyatakan bahwa meskipun dana tidak berasal dari AS, pencabutan sanksi akan meningkatkan pendapatan Iran dan memperkuat posisinya.
Debat mengenai MOU Iran mencerminkan perbedaan pandangan tentang bagaimana menangani ancaman dari Iran. Sementara satu kubu melihat insentif ekonomi sebagai cara untuk menahan eskalasi, kubu lain berpendapat bahwa hal itu justru dapat menghidupkan kembali kapasitas perang Iran. MOU ini berada di tengah ketakutan akan potensi nuklir Iran dan dampak pendanaannya terhadap konflik yang lebih luas.