Donald Trump Beri Ultimatum kepada Iran: 10 Hari untuk Capai Kesepakatan atau Hadapi Konsekuensi Militer
Sumber Foto: Mureks
Inti Pernyataan

Donald Trump Beri Ultimatum kepada Iran: 10 Hari untuk Capai Kesepakatan atau Hadapi Konsekuensi Militer

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengeluarkan pernyataan tegas terkait Iran, menegaskan bahwa Teheran memiliki waktu 10 hari untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Jika kesepakatan tersebut tidak tercapai, Iran akan menghadapi konsekuensi militer yang serius. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace summit) yang berlangsung di Washington, DC, pada 19 Februari 2026.

Batas Waktu untuk Kesepakatan

Dalam pernyataannya, Trump menekankan pentingnya kesepakatan yang dianggapnya “berarti”. Ia menjelaskan bahwa batas waktu 10 hari tersebut bertujuan untuk mendorong Iran dalam mencapai kesepakatan yang diinginkan oleh AS. Jika kesepakatan tidak tercapai, konsekuensi militer yang dimaksud merujuk pada kemungkinan tindakan agresif yang akan diambil oleh Amerika Serikat.

Negosiasi yang Berlangsung

Pernyataan Trump muncul setelah putaran kedua pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kemajuan dalam negosiasi yang berlangsung di Jenewa. Namun, meskipun ada kemajuan, AS tetap mengerahkan aset militer di kawasan Teluk sebagai bentuk tekanan terhadap Iran.

Tanggapan Iran

Menanggapi ancaman Trump, pejabat Iran memperlihatkan sikap menolak. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyatakan bahwa meskipun kapal perang AS dapat menjadi ancaman, senjata yang dapat menjatuhkan kapal perang tersebut lebih berbahaya. Ketegangan antara kedua negara telah meningkat sejak akhir 2025, ketika Trump melakukan pernyataan keras terhadap program nuklir Iran.

Upaya Diplomatik dan Ketegangan yang Berlanjut

Trump juga memuji pertemuan yang dilakukan oleh para ajudan diplomatiknya dengan perwakilan Iran, yang dinilai berjalan baik. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan yang berarti harus dicapai untuk menghindari risiko lebih lanjut. Meskipun ada upaya diplomatik yang berlangsung, ancaman dan retorika permusuhan antara AS dan Iran tetap berlanjut. Sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral (JCPOA) pada 2018, ketegangan ini terus berlanjut dengan berbagai insiden dan ancaman dari kedua belah pihak.