Kutipan Media - SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menilai rencana pembangunan gedung multifungsi perlu disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah yang saat ini terdampak pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Di tahun ini kita mengalami efisiensi anggaran karena pengurangan dana transfer dari pusat hampir kurang lebih Rp300 miliar. Jadi kemungkinan untuk pembangunan gedung multifungsi masih dalam tahap perencanaan, belum pada tahap fisik,” ujar Riskon Fabiansyah, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, berkurangnya dana transfer sekitar Rp300 miliar lebih menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan. Karena itu, menurutnya, langkah paling rasional adalah menempatkan proyek gedung multifungsi pada tahapan perencanaan terlebih dahulu.
Berdasarkan penyampaian Bupati dalam sejumlah kesempatan, pembangunan fisik gedung tersebut direncanakan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027. DPRD memandang waktu tersebut lebih realistis dengan mempertimbangkan kemampuan APBD.
Di sisi lain, Riskon mengakui kebutuhan akan gedung representatif memang ada. Selama ini berbagai kegiatan besar di Sampit masih menggunakan Stadion 29 November yang sejatinya diperuntukkan bagi aktivitas olahraga.
“Stadion 29 November itu sebenarnya untuk kegiatan olahraga. Dengan itu memang untuk kegiatan lain Bupati berharap ada lahan yang representatif juga bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan selain olahraga misalkan seminar, konser, atau kegiatan lainnya,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan pembangunan tetap harus melihat prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Jangan sampai proyek yang direncanakan justru membebani APBD di tengah kondisi efisiensi.
“Tapi pada prinsipnya kalau memang anggaran itu memungkinkan tidak apa-apa. Tapi kalau untuk saat ini rasanya, tahun depan kita melihat apakah memang memungkinkan anggaran pemerintah daerah untuk dialokasikan untuk itu,” jelasnya.
Selain rencana gedung baru, ia juga menyoroti kondisi gedung expo yang sebelumnya telah menelan anggaran besar namun belum difungsikan secara optimal. Menurutnya, optimalisasi aset yang sudah ada perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi pemborosan anggaran.
“Harapan masyarakat gedung expo agar bisa fungsional sesuai dengan rencana awal terlepas dari dinamika yang menghiasi gedung tersebut. Tapi harapan masyarakat khususnya pelaku UMKM supaya anggaran itu tidak mubazir dan gedung expo itu bisa fungsional,” pungkasnya.