Dr. Tifa Soroti Isu Ijazah Jokowi, Apakah Ada Upaya Mengalihkan Fokus?
Sumber Foto: Warta Bulukumba
Inti Pernyataan

Dr. Tifa Soroti Isu Ijazah Jokowi, Apakah Ada Upaya Mengalihkan Fokus?

Warta Bulukumba - Isu mengenai ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi perdebatan yang hangat di ruang publik. Dalam beberapa waktu terakhir, isu ini telah ramai diperbincangkan di media sosial dan televisi, dengan berbagai pihak mempertanyakan keaslian dan validitas ijazah tersebut. Namun, muncul pertanyaan apakah ada upaya untuk memperlebar isu ini agar inti persoalan justru menghilang.

Pernyataan terbaru mengenai ijazah Jokowi disampaikan oleh Tifauzia Tyassuma, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dr. Tifa, melalui akun media sosial X pada Rabu, 8 April 2026. Dalam unggahannya, Dr. Tifa mengungkapkan bahwa ia bersama Roy Suryo telah melakukan kajian mengenai keaslian ijazah Jokowi, yang mereka sebut sebagai Jokowi’s White Paper. Kajian tersebut diakui disusun secara sistematis dengan pendekatan ilmiah, mencakup analisis data dan forensik digital.

Dr. Tifa menekankan bahwa jika ijazah Jokowi memang asli dan tidak bermasalah, maka polemik yang terjadi seharusnya tidak berlangsung lama. "Jika ijazah tersebut asli, valid, dan tidak bermasalah, maka secara logika sederhana tidak akan ada kebutuhan untuk memperpanjang polemik dan mengaburkan data," tulisnya.

Lebih lanjut, Dr. Tifa mengamati bahwa dinamika pembahasan isu di ruang publik semakin meluas dan melibatkan sejumlah tokoh. Ia menilai bahwa keterlibatan nama-nama besar justru berpotensi mengalihkan fokus dari inti persoalan yang sedang dibahas. "Menyeret nama besar justru menimbulkan pertanyaan, apakah ini upaya memperlebar isu agar inti masalah menjadi kabur," tambahnya.

Menurut Dr. Tifa, jika ijazah tersebut benar adanya dan sah, maka pembuktian secara terbuka dengan metode ilmiah dapat mengakhiri polemik yang berlarut-larut dan memperkuat legitimasi. Sebaliknya, jika terjadi penundaan atau pengalihan isu, masyarakat dapat menafsirkan adanya hal-hal yang belum terjawab secara jelas.