FCC Resmi Larang Impor dan Penjualan Perangkat Huawei dan ZTE di AS
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melarang impor dan penjualan peralatan komunikasi buatan perusahaan China, Huawei dan ZTE. Washington juga membatasi penggunaan beberapa sistem pengawasan video buatan China, dengan alasan risiko yang tidak dapat diterima untuk keamanan nasional.
Komisi Komunikasi Federal (FCC) yang beranggotakan lima orang secara bulat memutuskan peraturan baru yang melarang impor dan penjualan produk teknologi tertentu yang menimbulkan risiko keamanan terhadap infrastruktur penting AS. Ini adalah eskalasi terbaru dari pembatasan AS terhadap teknologi China selama bertahun-tahun yang dimulai dengan mantan Presiden Donald Trump dan berlanjut di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.
“FCC berkomitmen untuk melindungi keamanan nasional. Kami memastikan bahwa peralatan komunikasi yang tidak dapat dipercaya tidak diizinkan untuk digunakan,” kata Ketua FCC Jessica Rosenworcel, dikutip dari laman Slash Gear, Sabtu (26/11/2022).
Baca juga; Amerika Kembali Larang Raksasa Telekomunikasi China Beroperasi
FCC telah secara resmi melarang handset Huawei dan ZTE bersama beberapa merek lainnya. Dalam langkah paling ekstrem hingga saat ini, pelarang dilakukan untuk mengatasi masalah keamanan yang dilaporkan dari smartphone buatan China.
Pemerintah AS telah berulang kali menyebutkan celah keamanan pada desain Huawei dan ZTE, dan dua perusahaan tersebut sudah mengambil berbagai langkah untuk mematuhi peraturan AS. Huawei bahkan membuat spin-off Honor untuk melisensikan ponselnya kepada pihak ketiga yang tidak bermasalah secara hukum.
Banyak elemen yang menurut AS harus dikompromikan oleh keamanan di bawah undang-undang China, yang menegaskan hak negara untuk mengakses data pada perangkat elektronik milik pribadi. Di Amerika Serikat, masalah itu terbukti lebih parah, dan pintu belakang keamanan yang dibutuhkan oleh China dianggap membahayakan privasi individu dan keamanan nasional.




