Freeport Siap Investasi Tambahan Rp 337,69 Triliun untuk Perpanjangan Kontrak
Sumber Foto: kontan.co.id
Ekonomi

Freeport Siap Investasi Tambahan Rp 337,69 Triliun untuk Perpanjangan Kontrak

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, tambahan investasi sebesar US$ 20 miliar tersebut akan direalisasikan dalam 20 tahun ke depan sebagai bagian dari kesepakatan ekonomi bilateral Indonesia–Amerika Serikat.

Bagi Indonesia, tambahan investasi US$ 20 miliar dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi tembaga dan mineral kritis lainnya, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui pajak, royalti, dan dividen.

“Pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya itu sekitar US$ 20 miliar dan ini akan memberikan dampak positif, baik dari segi penerimaan pajak dan lainnya,” ujar Rosan dalam konferensi pers virtual dari Washington DC AS, Jumat (20/2/2026).

Rosan menegaskan, MoU yang telah diteken akan segera difinalisasi menjadi perjanjian definitif dalam waktu dekat.

Meski begitu dalam dokumen Fact Sheet: Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia yang dirilis Gedung Putih pada Jumat (20/2/2026), menurut keterangan pemerintah AS, kesepakatan ini diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan hingga US$ 10 miliar atau sekitar Rp 168,84 triliun per tahun (kurs Rp 16.882 per dollar AS), sekaligus memperkuat rantai pasok mineral kritis Amerika Serikat.

“Kesepakatan ini diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar US$ 10 miliar dan semakin memperkuat rantai pasok mineral kritis AS,” tulis dokumen tersebut.