Gubernur RBNZ: Inflasi Inti Selandia Baru Stabil di Kuartal Pertama 2026
Sumber Foto: AsatuNews.co.id
Inti Pernyataan

Gubernur RBNZ: Inflasi Inti Selandia Baru Stabil di Kuartal Pertama 2026

Gubernur Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ), Anna Breman, mengungkapkan bahwa inflasi inti pada kuartal pertama tahun 2026 tetap berada dalam rentang target yang ditetapkan, yaitu antara 1 persen hingga 3 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pidato pada Rabu (29/4), saat RBNZ terus berupaya menyeimbangkan antara pengendalian harga dan dukungan terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Breman menegaskan komitmen RBNZ untuk menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang, dengan fokus utama memastikan bahwa tekanan inflasi tidak berkembang menjadi masalah yang berkelanjutan di masa depan. "Kami tetap siap untuk bertindak tegas dan tepat waktu jika ada tanda-tanda bahwa inflasi jangka pendek memberi tekanan yang lebih persisten, guna memastikan inflasi menetap secara berkelanjutan pada level 2% dalam jangka menengah," kata Breman.

Selain mempertimbangkan faktor-faktor domestik, RBNZ juga memperhatikan dinamika geopolitik internasional yang dapat berpengaruh pada stabilitas ekonomi nasional. Salah satu perhatian utama adalah ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang saat ini sedang dipantau oleh komite kebijakan moneter.

"Komite Kebijakan Moneter terus memantau dengan cermat perkembangan di Timur Tengah dan data yang masuk," tambah Breman.

Pernyataan ini muncul setelah RBNZ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25 persen dalam pertemuan kebijakan yang diadakan pada bulan April. Meski begitu, data inflasi kuartal pertama tercatat mencapai 3,1 persen, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi bank sentral dan berada di luar batas target yang telah ditetapkan.

Kondisi pasar keuangan menunjukkan reaksi setelah pernyataan tersebut, dengan nilai tukar Dolar Selandia Baru mengalami pelemahan. Data menunjukkan pasangan mata uang NZD/USD turun sebesar 0,27 persen, mencapai level 0,5870 pada hari Rabu.

Performa mata uang Selandia Baru juga terlihat bervariasi terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. NZD mencatatkan penurunan paling signifikan saat berhadapan dengan Franc Swiss.

  • Mata Uang USD: -0.09%
  • Mata Uang EUR: -0.08%
  • Mata Uang GBP: -0.08%
  • Mata Uang JPY: -0.03%
  • Mata Uang CAD: -0.08%
  • Mata Uang AUD: -0.30%
  • Mata Uang NZD: -0.30%
  • Mata Uang CHF: +0.30%

RBNZ kini sedang mengevaluasi data terbaru untuk menentukan langkah kebijakan yang tepat ke depan. Bank sentral harus mempertimbangkan antara risiko inflasi jangka menengah yang lebih tinggi dengan potensi dampak negatif dari pengetatan kebijakan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.