Hizbullah: Sanksi AS Hanya Perisai Agresi Zionis
Sumber Foto: Pars Today
Inti Pernyataan

Hizbullah: Sanksi AS Hanya Perisai Agresi Zionis

Kutipan Media - Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa sanksi terbaru yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat bertujuan untuk menakut-nakuti rakyat Lebanon dan mendukung agresi rezim Zionis. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks meningkatnya ketegangan antara Lebanon dan AS.

Awal Kejadian

Pernyataan Hizbullah dirilis sebagai tanggapan atas sanksi yang dikenakan oleh Kementerian Keuangan AS terhadap sembilan individu di Lebanon, termasuk pejabat dari Hizbullah dan Gerakan Amal. Sanksi tersebut diumumkan pada 21 Mei 2026, dan menyebutkan bahwa individu yang dikenakan sanksi mengganggu proses perdamaian di Lebanon serta mencegah pelucutan senjata Hizbullah.

Perkembangan

Hizbullah menganggap sanksi ini sebagai medali kehormatan dan menekankan bahwa hal itu hanya akan memperkuat posisi mereka dalam perjuangan melawan agresi. Mereka menyatakan bahwa AS berusaha untuk mengancam rakyat Lebanon dan melemahkan lembaga-lembaga nasional melalui langkah ini.

Hassan Ezeddine, anggota Fraksi Kesetiaan pada Perlawanan di Parlemen Lebanon, menegaskan bahwa sanksi tersebut bukan hal baru dan tidak menimbulkan rasa takut. Ia menyatakan bahwa perlawanan akan terus berlanjut meskipun ada upaya untuk memaksa pemerintah Lebanon tunduk pada kehendak AS.

Kondisi Terakhir

AS, melalui pernyataan pejabatnya, menegaskan bahwa sanksi ini adalah langkah awal dan mereka akan terus mengambil tindakan terhadap individu yang dianggap mendukung Hizbullah. Kementerian Luar Negeri AS mengklaim bahwa Hizbullah mengganggu stabilitas dan keamanan di Lebanon, serta menghalangi proses perdamaian bagi rakyat Lebanon.