Indonesia Didorong Tunjukkan Praktik Terbaik AI di G20
Sumber Foto: liputan6.com
Internasional

Indonesia Didorong Tunjukkan Praktik Terbaik AI di G20

Kutipan Media - Liputan6.com, Jakarta - Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Bandung Teuku Rezasyah menilai, Indonesia perlu menunjukkan kepada seluruh anggota G20 bahwa negara ini mampu menerapkan praktik terbaik dalam kebijakan kecerdasan buatan (Artificial intelligence / AI) dan transformasi digital.

"Indonesia harus bisa membuktikan bahwa kita sudah memperlakukan AI itu secara bertanggung jawab," ujar Reza melansir Antara, Minggu (23/11/2025).

Salah satu fokus KTT G20 Afrika Selatan 2025 adalah kebijakan AI dan ekonomi digital, termasuk pengembangan AI yang adil, inklusif, dan berkelanjutan dalam agenda Digital Economy Working Group (DEWG).

G20 juga membentuk Task Force AI untuk membahas tata kelola data, inovasi, pemanfaatan AI bagi pembangunan berkelanjutan, infrastruktur digital publik, perluasan konektivitas, serta pemberdayaan usaha kecil dan menengah melalui teknologi digital.

"Indonesia perlu meningkatkan literasi digital agar masyarakat tetap kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan AI. Dia menilai pemerintah juga harus menjamin pelindungan konsumen dan mendorong verifikasi informasi oleh publik," ucap Reza.

Dia menambahkan pentingnya memasukkan pembelajaran terkait AI ke kurikulum agar generasi muda dapat menggunakan teknologi secara aman dan sesuai nilai moral serta hukum.

"Di sinilah pentingnya negara-negara yang lebih maju membantu sertifikasi AI untuk guru-guru dari negara yang belum maju di dalam kelompok G20 itu," kata Reza.

Dia menilai, modul berbasis pendekatan ilmiah diperlukan untuk pendidikan AI.

Reza juga mengingatkan pentingnya pemahaman keamanan siber, termasuk menjaga kerahasiaan kata sandi dan berhati-hati saat membagikan informasi di ruang daring.

"Jika Indonesia mampu menunjukkan praktik terbaik dalam kebijakan dan penerapan AI, negara ini dapat menjadi inspirasi bagi sesama anggota G20 yang masih berkembang dalam merumuskan kebijakan AI," tutup dia.

Wapres Gibran Umumkan Indonesia-Afrika Selatan Bebas Visa di Forum KTT G20

Perbesar

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengumumkan kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan. Sebagai langkah untuk membangun ekonomi bersama, baik dengan Afrika Selatan maupun negara Afrika lainnya.

Kebijakan itu disampaikan Wapres Gibran dalam Indonesia-Africa Forum CEO 2025 di sela KTT G20 di Afrika Selatan, Jumat 21 November 2025.

"Dengan kolaborasi, ekonomi dari negara-negara berkembang dapat menjemput masa depan. Pertumbuhan global juga seharusnya tidak hanya kuat, tapi juga adil dan inklusif," ujar dia dalam siaran video yang ditayangkan akun YouTube resmi @Setwapres, Sabtu 22 November 2025.

Ia juga mengapresiasi kunjungan kerja dari Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa ke Indonesia untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto beberapa pekan lalu. Yang disebutnya mencerminkan kerja sama mendalam antara kedua negara.

"Kedua presiden sepakat untuk menerapkan bebas visa masuk. Jadi saya rasa ini kabar baik bagi Anda semua, tidak perlu visa lagi. Dan juga untuk mendorong perdagangan dan investasi di bidang pertanian dan energi," ungkapnya.

Perluas Investasi

Perbesar

Lebih lanjut, Gibran menyatakan siap untuk memperluas investasi di Afrika Selatan. Lantaran, ia menganggap tanah kelahiran Nelson Mandela itu jadi pintu gerbang Indonesia menuju pasar Afrika.

"Pada saat bersamaan, Indonesia juga menawarkan kapasitas industri, sumber daya manusia, jaringan manufaktur, teknologi, dan akses ke Pasar Asean," kata Gibran.

RI 2 pun menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Afrika Selatan terkait industri strategis. Ia berharap itu dapat membawa manfaat besar bagi kedua negara.

Indonesia pun disebutnya bakal mengerahkan upaya untuk menopang Afrika Selatan. Lantaran negara tersebut diklaim penuh potensi untuk menjemput masa depan di bidang ekonomi.

"Kami siap membantu Anda semua. Karena Afrika adalah benua yang akan menentukan arah masa depan. Afrika tumbuh sangat cepat dan penuh potensi. Afrika adalah masa depan, dan Indonesia ingin membangun masa depan itu bersama Afrika," tuturnya.