Inovasi Morari: Perangkat Atasi Ejakulasi Dini dan Tingkatkan Orgasme
Setelah enam tahun melakukan riset dan pengembangan intensif, perusahaan rintisan Morari secara resmi meluncurkan produk jadinya, Mor, di CES 2026.
Ini merupakan lompatan signifikan dari konsep dasar alat stimulasi listrik yang diperkenalkan perusahaan di CES 2020, menjanjikan solusi efektif bagi mereka yang menderita ejakulasi dini dan bahkan memperluas basis pengguna dengan kemampuannya untuk meningkatkan orgasme.
Salah satu keunggulan utama Mor adalah produk ini telah disertifikasi aman dan disetujui untuk didistribusikan ke pasar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
Jeff Bennett, CEO dan pendiri Morari, menekankan uji klinis yang ketat dan mahal yang menghasilkan sertifikasi ini, memastikan bahwa Morari aman dan tidak menyebabkan iritasi untuk penggunaan jangka panjang pada kulit.
Struktur dan mekanisme pengoperasian Mor
Mor terdiri dari generator pulsa listrik bertenaga baterai isi ulang yang terhubung melalui Bluetooth ke aplikasi ponsel pintar. Perangkat ini dilengkapi dengan enam plester perekat sekali pakai yang dirancang untuk menempelkan generator pulsa ke area perineum (bagian bawah vagina).
Cara kerja Mor didasarkan pada pembangkitan denyut listrik berintensitas rendah yang bekerja pada jaringan dasar panggul.
Impuls listrik ini, meskipun hanya menyebabkan sensasi kesemutan ringan tanpa rasa sakit atau ketidaknyamanan, akan memengaruhi saraf dan otot di sekitar kelenjar prostat, sehingga membantu memperlambat refleks ejakulasi dan memperbaiki ejakulasi dini.
Pengguna dapat menyesuaikan intensitas denyut listrik dari 1 hingga 100 melalui aplikasi untuk menemukan tingkat yang paling sesuai dengan tubuh mereka.
Tidak hanya untuk mengobati ejakulasi dini: Ini juga meningkatkan kenikmatan orgasme.
Awalnya, Morari dikembangkan dengan tujuan utama untuk mengobati ejakulasi dini tanpa obat. Namun, selama pengembangannya, para insinyur Morari mengintegrasikan fitur tambahan untuk meningkatkan orgasme.
Fitur ini bekerja dengan menggunakan denyut listrik untuk merangsang kontraksi prostat yang lebih kuat, sehingga meningkatkan sensasi orgasme saat ejakulasi. Hal ini memungkinkan Mor untuk memperluas basis pelanggannya, tidak hanya terbatas pada mereka yang menderita ejakulasi dini.
Saat ini, Mor dijual di pasaran seharga $300 untuk satu set lengkap. Patch sekali pakai harganya $15 per buah. Perangkat stimulasi listrik Mor memiliki masa pakai sekitar dua tahun.
Ke depannya, Jeff Bennett mengungkapkan bahwa Morari akan terus meningkatkan produknya, mengurangi ukuran patch, mengintegrasikan lebih banyak sensor dan kecerdasan buatan (AI) untuk secara otomatis menyesuaikan denyut listrik, sehingga memberikan pengalaman pengguna yang lebih lancar.
Secara khusus, Morari juga berencana untuk mengembangkan produk serupa untuk pelanggan wanita, terutama mereka yang kesulitan mencapai orgasme.
“Orgasme adalah respons neurologis, baik pada pria maupun wanita. Ada banyak perbedaan anatomi antara pria dan wanita, jadi ukuran dan bentuk produk harus bervariasi, tetapi kami sebenarnya akan mengembangkan produk untuk wanita,” tegas pendiri Morari, membuka jalan yang menjanjikan bagi Morari untuk meningkatkan kualitas kehidupan seksual bagi kedua jenis kelamin.




