Kutipan Media - Jordan Pickford menjadi sorotan setelah membantu Timnas Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, penampilannya ternoda insiden chant bernada homofobik dari sebagian suporter tuan rumah yang menyasar dirinya selama pertandingan.
Selama laga yang berlangsung di Stadion Azteca, chant 'puto' terdengar setiap kali Pickford melakukan tendangan gawang. Istilah ini telah lama menjadi kontroversi dalam sepak bola internasional, di mana sebagian pendukung Meksiko menganggapnya sebagai tradisi, sementara Komisi Nasional Antidiskriminasi Meksiko (CONAPRED) mengklasifikasikannya sebagai ujaran homofobik. FIFA telah berupaya menghapus penggunaan chant tersebut dan Federasi Sepak Bola Meksiko telah menerima sanksi akibat perilaku suporternya.
Meski di tengah tekanan atmosfer stadion yang intens, Pickford menunjukkan performa solid dengan sejumlah penyelamatan penting. Penampilannya mendapat apresiasi dari pendukung Inggris yang menilai sang kiper menunjukkan mental kuat di tengah situasi yang tidak nyaman. Setelah pertandingan, kelompok suporter Three Lions Pride dan organisasi Pride in Football mengeluarkan pernyataan mengecam chant tersebut, meminta FIFA untuk mengambil langkah lebih tegas dan menekankan bahwa istilah itu tidak lagi bisa dianggap sebagai bagian dari budaya sepak bola.
Insiden serupa juga terjadi sebelumnya dalam Piala Dunia 2026, termasuk saat Meksiko menghadapi Republik Ceko dan Ekuador. Kelompok suporter menilai kampanye antidiskriminasi FIFA belum efektif. Mereka mendesak agar FIFA memperkuat edukasi kepada suporter dan menjatuhkan hukuman lebih berat jika pelanggaran serupa terulang. Inggris berhasil melaju ke babak perempat final dan kini perhatian beralih kepada FIFA untuk meninjau laporan pertandingan dan kemungkinan sanksi tambahan terhadap Federasi Sepak Bola Meksiko.