Investasi Aceh Barat Anjlok 53% di 2025, Sektor Pertambangan Masih Jadi Andalan
Realisasi Investasi Aceh Barat mengalami penurunan signifikan sebesar 53 persen pada tahun 2025, mencapai Rp764,79 miliar. Meskipun demikian, jumlah laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) justru meningkat, dengan sektor pertambangan menjadi penyumbang te
10:01:28
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat melaporkan realisasi investasi yang mencapai Rp764,79 miliar pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 53 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat mencapai Rp1,63 triliun lebih.
Meskipun nilai investasi mengalami penurunan, jumlah laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) justru menunjukkan tren positif. DPMPTSP mencatat kenaikan LKPM sebesar 37 persen, dengan total 1.191 laporan yang masuk sepanjang tahun 2025.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Aceh Barat, Ifan Murdani, menyampaikan data ini di Meulaboh pada Sabtu (7/2/2026). Pemerintah daerah terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang transparan dan mudah diakses untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Tren Penurunan Investasi dan Kenaikan LKPM
Realisasi investasi di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp764,79 miliar, menurun drastis 53 persen dari Rp1,63 triliun lebih pada tahun 2024. Penurunan ini menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah dalam upaya pengembangan ekonomi. Meskipun demikian, aktivitas penanaman modal justru menunjukkan tren menggembirakan dari sisi pelaporan.
Ifan Murdani menyatakan bahwa kenaikan LKPM mencapai 37 persen, dengan total 1.191 laporan masuk pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun nilai investasi menurun, minat pelaku usaha untuk melaporkan kegiatan mereka tetap tinggi atau kesadaran pelaporan meningkat. Peningkatan jumlah LKPM ini bisa menjadi indikator positif bagi transparansi data investasi.
Sebagai perbandingan, realisasi investasi pada tahun 2024 mencapai Rp1,63 triliun lebih dengan serapan tenaga kerja sebanyak 1.189 orang. Sementara itu, pada tahun 2023, investasi tercatat Rp663,4 miliar lebih, menyerap 1.249 tenaga kerja. Data ini memberikan gambaran fluktuasi investasi di wilayah tersebut selama beberapa tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Distribusi Investasi dan Sektor Dominan
Distribusi investasi per triwulan di Aceh Barat pada tahun 2025 menunjukkan pola yang bervariasi sepanjang tahun. Pada triwulan pertama, investasi tercatat sebesar Rp104,2 miliar, kemudian di triwulan kedua meningkat menjadi Rp179,4 miliar.
Puncak realisasi investasi terjadi pada triwulan ketiga, mencapai Rp359,6 miliar. Namun, pada triwulan keempat, angka investasi kembali menurun menjadi Rp121,3 miliar. Pola ini mengindikasikan adanya faktor-faktor musiman atau proyek-proyek besar yang dominan pada periode tertentu.
Sektor pertambangan tetap menjadi motor utama penggerak ekonomi di Kabupaten Aceh Barat. Sektor ini menyumbang kontribusi terbesar, yaitu 47,5 persen dari total nilai investasi, atau setara Rp363 miliar. Dominasi sektor pertambangan menunjukkan ketergantungan ekonomi daerah pada sumber daya alam.
Di urutan kedua, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan memberikan kontribusi signifikan. Sektor ini menyumbang 20,8 persen dari total investasi, atau sekitar Rp158 miliar. Diversifikasi ke sektor ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT
Peran DPMPTSP dan Serapan Tenaga Kerja
Sepanjang tahun 2025, DPMPTSP Kabupaten Aceh Barat telah menerbitkan 3.253 dokumen perizinan dan nonperizinan. Jumlah ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus berjalan dan kebutuhan perizinan dari berbagai pelaku usaha di daerah. Efisiensi dalam proses perizinan menjadi kunci untuk menarik investasi.
Selain itu, dinas tersebut juga berhasil mengelola anggaran sebesar Rp5,88 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 95,15 persen atau setara Rp5,60 miliar. Capaian ini menunjukkan efektivitas pengelolaan keuangan dalam mendukung operasional dan program investasi daerah.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk menciptakan ekosistem investasi yang transparan dan mudah diakses. Tujuannya adalah untuk memberikan dampak nyata pada penyerapan tenaga kerja lokal. Pada tahun 2025, investasi di Aceh Barat berhasil menyerap 845 orang tenaga kerja.
Angka serapan tenaga kerja ini menunjukkan pentingnya investasi dalam mengurangi angka pengangguran di daerah. Upaya berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan jumlah serapan tenaga kerja di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews
ADVERTISEMENT




