Investasi Pariwisata Pariaman Diprediksi Naik Menjadi Rp4,4 Miliar pada 2025
Sumber Foto: ANTARA News Megapolitan
Ekonomi

Investasi Pariwisata Pariaman Diprediksi Naik Menjadi Rp4,4 Miliar pada 2025

Pariaman, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, mencatat investasi sektor akomodasi dan pariwisata di daerahnya pada 2025 mencapai Rp4,4 miliar atau naik Rp825 juta dari 2024, yang Rp3,6 miliar.

"Salah satu penyebab naiknya investasi di sektor pariwisata tersebut karena semakin tumbuhnya kafe, restoran dan rumah makan serta homestay atau penginapan di Pariaman," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Sumbar, Sabtu.

Ia mengatakan investor yang berasal dari warga setempat, perantau, dan warga dari luar daerah tersebut membuka usaha-usaha di sektor pariwisata di Pariaman karena melihat potensi yang dimiliki daerah itu.

Ia menyampaikan potensi tersebut tidak saja karena Pariaman banyak memiliki objek wisata dan dikenal dengan kelezatan makanannya, namun juga akses dari Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman bagian utara ke Kota Padang dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) maupun sebaliknya via Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman yang lancar karena adanya pelebaran jalan.

Potensi ini, lanjutnya dimanfaatkan investor untuk membuka usaha di jalan yang dilewati oleh pengendara yang ingin mempersingkat jarak dan waktu tempuh. Berbeda dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya atau sebelum pelebaran yang pengendara tersebut banyak melewati Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

"Salah satu contohnya pada pagi hari jalur tersebut saat ini banyak warung sarapan pagi, pengunjungnya juga banyak. Begitu juga dengan homestay karena pengendara memilih menginap dari pada kemalaman," katanya.

Apalagi, waktu tempuh antara pusat Kota Padang ke BIM dan Pariaman ke BIM sama-sama 30 menit, sehingga menginap di Pariaman bisa menjadi pertimbangan.

Keunggulan menginap di Pariaman, lanjutnya tidak saja tarif kamar yang relatif terjangkau juga terdapat banyak kafe yang dapat menghibur wisatawan.

Peningkatan investasi pada sektor pariwisata karena Pemkot Pariaman dan sejumlah pihak sering melaksanakan kegiatan olahraga dan wisata di daerah itu sehingga mendatangkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kondisi tersebut menjadikan penginapan di Pariaman sering dipenuhi oleh wisatawan dan peserta untuk mengikuti kegiatan-kegiatan itu.

Sementara itu, secara keseluruhan, Pemkot Pariaman mencatat realisasi investasi di daerahnya sepanjang 2025 mencapai Rp53,8 miliar atau mengalami kenaikan Rp3,3 miliar dari tahun sebelumnya yang Rp50,5 miliar.

Realisasi investasi 2025 tersebut juga melebihi Rp2,8 miliar dari target senilai Rp51 miliar.

Investasi di Pariaman didominasi oleh investasi skala mikro yang nilai investasinya di bawah Rp1 miliar, namun kondisi tersebut sudah bisa membuka lapangan pekerjaan.