Investasi Pariwisata Pariaman Diproyeksi Meningkat Menjadi Rp4,4 Miliar di 2025
Sumber Foto: ANTARA News Sumbar
Ekonomi

Investasi Pariwisata Pariaman Diproyeksi Meningkat Menjadi Rp4,4 Miliar di 2025

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mencatat investasi sektor akomodasi dan pariwisata di daerah itu pada 2025 mencapai Rp4,4 miliar naik sekitar Rp825 juta dari tahun 2025 yang hanya sekitar Rp3,6 miliar.

"Salah satu penyebab naiknya investasi di sektor pariwisata tersebut karena semakin tumbuhnya kafe, restoran dan rumah makan serta 'homestay' (penginapan) di Pariaman," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan investor yang berasal dari warga setempat, perantau, dan warga dari luar daerah tersebut membuka usaha-usaha di sektor pariwisata di Pariaman karena melihat potensi yang dimiliki daerah itu.

Ia menyampaikan potensi tersebut tidak saja karena Pariaman banyak memiliki objek wisata dan dikenal dengan kelezatan makanannya namun juga akses dari Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman bagian utara ke Kota Padang dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) maupun sebaliknya via Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman yang lacar karena adanya pelebaran jalan.

Potensi ini, lanjutnya dimanfaatkan investor untuk membuka usaha di jalan yang dilewati oleh pengendara yang ingin mempersingkat jarak dan waktu tempuh. Berbeda dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya atau sebelum pelebaran yang pengendara tersebut banyak melewati Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

"Salah satu contohnya pada pagi hari jalur tersebut saat ini banyak warung sarapan pagi, pengunjungnya juga banyak. Begitu juga dengan 'homestay' (penginapan) karena pengendara memilih menginap dari pada kemalaman," katanya.

Pemkot Pariaman, lanjutnya juga sudah melakukan kajian waktu tempuh antara pusat Kota Padang ke BIM dengan Pariaman ke BIM. Hasil kajian tersebut, lanjutnya waktu tempuh keduanya sama-sama 30 menit sehingga menginap di Pariaman bisa menjadi pertimbangan.

Keunggulan menginap di Pariaman, lanjutnya tidak saja tarif kamar yang relatif terjangkau juga terdapat banyak kafe yang dapat menghibur wisatawan.

Untuk diketahui, peningkatan investasi pada sektor pariwisata karena Pemkot Pariaman dan sejumlah pihak sering melaksanakan kegiatan olahraga dan wisata di daerah itu sehingga mendatangkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kondisi tersebut menjadikan penginapan di Pariaman sering dipenuhi oleh wisatawan dan peserta untuk mengikuti kegiatan-kegiatan itu.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mencatat realisasi investasi di daerah itu sepanjang 2025 mencapai Rp53,8 miliar atau mengalami kenaikan sekitar Rp3,3 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp50,5 miliar.

"Realisasi investasi tersebut juga melebihi target sekitar Rp2,8 miliar, target 2025 Rp51 miliar," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman.

Gusniyetti mengatakan investasi di Pariaman didominasi oleh investasi yang sifatnya mikro yang nilai investasinya di bawah Rp1 miliar namun kondisi tersebut sudah bisa membuka lapangan pekerjaan di daerah itu.