Investasi Swasta di IKN Capai Rp72 Triliun Menuju 2026
Kutipan Media - Sejumlah pekerja melaksanakan pembangunan di kawasan IKN. (Antara/Lingkar.news)
801
VIEWS
Whatsapp Facebook Twitter
PENAJAM PASER UTARA, Lingkar.ne ws – Investasi swasta masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, tercatat lebih kurang Rp72 triliun hingga awal 2026.
“Perkembangan investasi di IKN terus menunjukkan tren positif,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Kamis (26/2/2026), ketika ditanya menyangkut investasi pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Komitmen 57 Perusahaan di IKN
Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 57 perusahaan telah menyatakan komitmen investasi di ibu kota negara baru Indonesia tersebut. Nilai investasi swasta murni yang masuk mencapai sekitar Rp72 triliun.
Basuki menegaskan, hal itu mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembangunan IKN. Otorita IKN juga memastikan kemudahan proses perizinan serta pendampingan bagi investor agar proyek berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Fasilitas Komersial dan Publik Dibangun
Investasi yang ditandatangani pada 2026 difokuskan pada pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik. Proyek tersebut mencakup pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di Wilayah Pengembangan (WP) 1A dan 1C.
Pembangunan dilakukan oleh PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi.
Ketiga perusahaan tersebut terikat dalam perjanjian kerja sama (PKS) untuk mendorong percepatan realisasi investasi sekaligus menghadirkan fasilitas penunjang bagi masyarakat di kawasan IKN.
Seluruh proyek di WP 1A dan 1C dirancang untuk mendukung kebutuhan harian penghuni kawasan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang telah maupun akan menetap di IKN.
Percepat Ekosistem Ekonomi dan Daya Tarik IKN
Basuki menambahkan, pembangunan fasilitas komersial, sosial, dan pendukung lainnya dipercepat guna mendorong pertumbuhan ekosistem kawasan.
Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya tarik IKN sebagai pusat peradaban baru Indonesia.
Perwakilan investor dari PT Maxi Nusantara Raya, Suni Yuwono Kusbandi, menegaskan kehadiran perusahaannya di IKN tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan kawasan strategis nasional tersebut.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari LINGKAR.NEWS
Tags: Ibu Kota Nusantara IKN investasi IKN Otorita IKN
Previous Post
ABK Dituntut Mati, DPR Nilai Jaksa Abaikan Sejumlah Pertimbangan
Next Post
KDM Tidak Naikkan Pajak Kendaraan di Jabar demi Jaga Daya Beli Warga
Kategori Terkait
BPS Cilacap Bekali 2.077 Petugas Jelang Sensus Ekonomi 2026, Pastikan Akurasi Data
by Basuki
7 Juni 2026
BPS Kabupaten Cilacap membekali 2.077 petugas melalui pelatihan intensif guna memastikan akurasi data lapangan jelang Sensus Ekonomi 2026.
Read moreDetails
Pemkab Bintan Gandeng 11 Perusahaan Besar di Job Fair 2026, Buka 1.309 Lowongan
6 Juni 2026
Lewat Pro Gus’e Update, Gus Fawait Paparkan Dukungan Rp312 Miliar untuk Pertanian Jember
6 Juni 2026
Petani Tebu di Blora Keluhkan Belum Dibayar Penuh oleh Supplier Program Benih 2025
6 Juni 2026
Mensesneg: Pemerintah Belum Berencana Isi Jabatan Wamen Imipas usai Silmy Karim Dicopot
6 Juni 2026




