IPM Sumenep Meningkat ke Kategori Tinggi, Capai 70,54 di 2025
Kutipan Media - Ringkasan Berita:
IPM Kabupaten Sumenep 2025 tembus 70,54, naik ke kategori tinggi.
Rata-rata pengeluaran per kapita naik 4,68 persen, dorong peningkatan IPM signifikan.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebut tujuh program prioritas perkuat pembangunan manusia Sumenep.
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kabupaten Sumenep, Madura, mencatat sejarah baru dalam pembangunan manusia.
Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Keris pada 2025 resmi menembus angka 70,54.
Capaian tersebut membuat IPM Sumenep naik kelas dari kategori sedang menjadi kategori tinggi.
Angka itu juga meningkat dibandingkan 2024 yang berada di posisi 69,78.
Tak hanya itu, dalam periode 2021-2025, Sumenep tercatat sebagai daerah dengan rata-rata pertumbuhan IPM tertinggi di Pulau Madura, yakni mencapai 1,01 persen per tahun.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, peningkatan kualitas pembangunan manusia didorong pertumbuhan positif di seluruh dimensi pembentuk IPM.
Namun, dimensi standar hidup layak menjadi faktor pendorong utama pada 2025.
"Rata-rata pengeluaran per kapita per tahun masyarakat Sumenep yang disesuaikan kini mencapai Rp 10.631.000. Angka ini melonjak 4,68 persen atau naik sekitar Rp 475 ribu dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 10.156.000," terangnya, Sabtu (21/2/2026).
Dari sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) anak-anak di Sumenep kini mencapai 13,60 tahun.
Artinya, generasi muda memiliki peluang menempuh pendidikan hingga tingkat Diploma 1.
Sementara rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat menjadi 6,24 tahun.
Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir juga mengalami peningkatan.
Bayi yang lahir pada 2025 diprediksi memiliki harapan hidup hingga 74,09 tahun, atau lebih lama sekitar dua bulan dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski secara peringkat Sumenep masih berada di posisi ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, capaian tersebut dinilai sebagai lompatan besar.




