Javier Tebas Bela Barcelona di Tengah Skandal Negreira
Pernyataan Tebas di Tengah Skandal Negreira
Presiden La Liga, Javier Tebas, memberikan pernyataan tegas terkait skandal Negreira yang melibatkan Barcelona. Dalam konferensi pers pada Jumat, 20 Februari 2026, Tebas membela klub Catalan tersebut dan membantah tuduhan suap wasit yang selama ini dilontarkan, terutama oleh pihak Real Madrid.
Tebas menegaskan bahwa Barcelona tidak pernah melakukan pembayaran kepada wasit untuk mendapatkan keuntungan. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap skandal yang berkaitan dengan dugaan pembayaran yang dilakukan Barcelona kepada mantan pejabat komite wasit, Jose Maria Enriquez Negreira.
Latar Belakang Skandal Negreira
Skandal Negreira, yang dikenal dengan sebutan Caso Negreira, pertama kali mencuat pada 15 Februari 2023. Kasus ini melibatkan dugaan bahwa Barcelona melakukan pembayaran kepada Negreira selama ia menjabat sebagai Wakil Presiden Komite Teknis (CTA) Wasit Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dari tahun 2000 hingga 2018. Kasus ini dianggap lebih serius dibandingkan dengan Barcagate yang berkaitan dengan isu pencitraan mantan presiden klub, Josep Maria Bartomeu, karena menyangkut dugaan suap wasit yang dapat berdampak luas pada integritas sepak bola.
Proses hukum yang berlangsung terkait kasus ini telah memicu ketegangan yang ekstrem di kancah sepak bola Spanyol, di mana Real Madrid menjadi salah satu pihak yang paling aktif menyoroti isu ini dan menuduh adanya konspirasi wasit yang menyudutkan rival mereka.
La Liga dan Pelaporan Kasus
Tebas juga menyatakan bahwa La Liga adalah pihak pertama yang melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang, menegaskan bahwa mereka selalu berpegang pada supremasi hukum. Ia menyebutkan, "Kita berada di negara hukum dan aturannya memang seperti itu. Kami adalah pihak pertama yang pergi ke kejaksaan, bukan Real Madrid." Ia juga mengadvokasi perpanjangan masa kedaluwarsa untuk hukuman terkait kejahatan semacam ini.
Tanggapan terhadap Tuduhan Suap
Mengenai tuduhan bahwa Barcelona secara sengaja menyuap wasit, Tebas menegaskan bahwa narasi tersebut adalah cerita usang yang terus dibesar-besarkan. "Barcelona tidak membayar wasit seperti cerita yang dibangun," ujarnya, memberikan dukungan moral bagi klub tersebut. Pernyataan ini dinilai sebagai pukulan telak bagi Real Madrid yang terus menyudutkan rival abadinya.
Konflik dengan Real Madrid
Konflik ini semakin dramatis ketika Tebas menyoroti pernyataan Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Ia menyebutkan bahwa klaim mengenai pembelian wasit dan kegagalan penalti Vinicius Junior di Pamplona sebagai tanggung jawab Negreira adalah salah. "Saya sangat menentangnya," ujar Tebas. Ia menambahkan bahwa sistem peradilan pidana yang akan menentukan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini atau tidak.




