Jawa Tengah Dilirik Investasi oleh 12 Pengusaha India
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat bertemu dengan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty (kiri), dan sejumlah pengusaha India, di Semarang, Kamis (19/2/2026). (Dok. Pemprov Jateng/Lingkar.news)
797
VIEWS
Whatsapp Facebook Twitter
SEMARANG, Lingkar.ne ws – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menawarkan peluang investasi kepada 12 pengusaha asal India. Mereka merupakan investor dari berbagai sektor seperti tekstil, teknologi, kesehatan, dan beragam sektor lain.
Kesempatan ini muncul saat kunjungan kerja Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, ke kompleks kantor Gubernur di Semarang, Kamis (19/2/2026). Dubes India hadir bersama sejumlah pengusaha yang sudah memulai investasi di Indonesia.
“Saya ingin mengapresiasi iklim investasi yang positif di Jawa Tangah, ada stabilitas politik, sosial, dan ekonomi, dan saya memuji upaya bapak Gubernur dalam mewujudkannya,” kata Sandeep.
Undang Gubernur ke India untuk Tarik Investor
Dubes India menambahkan, saat ini makin banyak perusahaan di negaranya yang ingin berinvestasi di Jateng. Terbaru, sudah ada dua pabrik dalam proses pembangunan, yang akan mempekerjakan sekitar 700 hingga 800 orang di Jawa Tengah.
“Saya telah mengundang Bapak Gubernur untuk mengunjungi India untuk menarik investor India, dan kami akan segera mengadakan road show (mengajak) Gubernur Jawa Tengah datang ke kota-kota penting di India,” ujar Dubes India.
Dubes Soroti Kemiripan India dan Indonesia
Menurut Sandeep, India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. India adalah negara dengan populasi 1,4 miliar jiwa, sementara Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia.
Keduanya juga merupakan negara demokrasi besar dengan keberagaman budaya, sosial, dan keanekaragaman hayati.
“Jadi, India dan Indonesia adalah negara yang sangat mirip dan kami memiliki kesempatan untuk belajar satu sama lain. Kami berharap dapat meningkatkan hubungan kami dengan Indonesia secara umum, dan dengan Jawa Tengah secara khusus,” tambahnya.
Jateng Jadi Tujuan Investasi Pengusaha India
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut hangat para pengusaha India. Ia menekankan bahwa India sangat tertarik berinvestasi di Jateng karena tipologi negara yang mirip, termasuk jumlah penduduk yang besar.
“Jawa Tengah menjadi tujuan investasi bagi para pengusaha India. Dan ini terbukti, India ini adalah negara ke-17 yang investasi di Jawa Tengah, nilainya hampir mendekati Rp672 miliar untuk triwulan III ini,” terangnya.
Bahkan, imbuh Luthfi, ada beberapa perusahaan India yang akan melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) dalam waktu dekat. “Investasinya mendekati setengah triliun atau 500 dolar AS di wilayah kita, di kawasan Kendal dan kawasan KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang),” bebernya.
Peluang Investasi di Sektor Strategis
Menurut Luthfi, ke depan pihaknya menawarkan peluang investasi di antaranya sektor ekonomi hijau, tenaga medis maupun rumah sakit, serta industri-industri padat karya, terutama garmen yang mendominasi di wilayah Jateng.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah kini mendekati 5,37 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini tidak lepas dari investasi asing, termasuk India. Kami memastikan Jateng merupakan provinsi yang ramah bagi investor,” ujarnya.
Jurnalis: Hms
Editor: Basuki
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari LINGKAR.NEWS
Tags: Gubernur Jateng investasi jateng investor India pengusaha India
Previous Post
Menhub dan Pemda DIY Matangkan Kesiapan Angkutan Mudik Lebaran 2026
Next Post
Polda Jatim Gagalkan Peredaran 33 Kg Sabu Jaringan Lintas Daerah
Kategori Terkait
Jabar Hapus Syarat KTP Pemilik Pertama untuk Bayar Pajak Kendaraan, Cukup STNK
by Basuki
8 April 2026
Pemprov Jabar kini menghapus syarat KTP pemilik pertama untuk bayar pajak kendaraan. Warga cukup membawa STNK dan KTP penguasa kendaraan.
Read moreDetails
Konsolidasi 15 BUMN Logistik Jadi Satu Entitas Ditargetkan Rampung Sebulan
7 April 2026
Purbaya Buka 380 Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMA, Perkuat Tenaga Teknis
7 April 2026
Kepala BNN Usul Larangan Vape di Indonesia Usai Temukan Liquid Mengandung Narkotika
7 April 2026
Targetkan Jember Jadi Lumbung Pangan Nasional, Gus Fawaid Optimalkan Anggaran Pertanian
7 April 2026




