Jawa Timur Pimpin Peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan 132.364 Perusahaan
Kutipan Media - ‹ Beranda
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
›
/ Baca / Peristiwa
Peristiwa
132.364 Perusahaan di Jatim Telah Terdaftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Terbanyak Nasional
Penulis: M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy
26 - Feb - 2026, 09:18
Gabung Channel WhatsApp
A+ A- Mode
JATIMTIMES – Upaya dan kerja kerja Pemprov Jawa Timur dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat membuahkan hasil membanggakan.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan RI, total ada 132.364 perusahaan di Jawa Timur yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga : Mbak Wali Serahkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Subianto
Angka itu menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan terbanyak di Indonesia pada 2025.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kepatuhan sektor usaha di Jawa Timur dalam regulasi perlindungan tenaga kerja. Pasalnya, capaian tersebut menjadi indikator komitmen setiap perusahaan.
"Alhamdulillah, ini bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan di Jawa Timur taat aturan. Mereka juga taat dan memiliki kesadaran tinggi untuk memberikan perlindungan kepada para pekerjanya. Jadi, ini benar-benar menggambarkan lingkungan kerja yang sehat," ujar Khofifah, Kamis (26/2/2026).
Angka 132.364 perusahaan dengan peserta BPJS Ketenagakerjaan terbanyak tersebut menempatkan Jawa Timur di peringkat pertama secara nasional. Jatim mengungguli DKI Jakarta dengan 116.824 perusahaan, Jawa Tengah dengan 107.420 perusahaan, dan Jawa Barat dengan 98.029 perusahaan.
"Secara nasional, total perusahaan peserta program BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebanyak 875.641 perusahaan. Dan alhamdulillah Jawa Timur menyumbang angka terbanyak untuk itu," jelas Khofifah.
Mantan menteri sosial RI itu menegaskan, kontribusi perusahaan dalam menyediakan BPJS Ketenagakerjaan mencerminkan tanggung jawab. Mengingat, perlindungan terhadap tenaga kerja merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem industri yang sehat dan kompetitif.
Selain itu, kepatuhan perusahaan menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sebab, setiap investor, baik domestik maupun global, membutuhkan kepastian hukum dan regulasi dalam mengambil keputusan bisnis.
Baca Juga : Mbak Wali Serahkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Subianto
"Ini menjadi nilai tambah bagi Jawa Timur dalam menarik investasi. Kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan menunjukkan bahwa ekosistem usaha kita stabil, tertib, dan memiliki payung hukum yang melindungi," terangnya.
Lebih lanjut, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu menjelaskan bahwa prestasi ini menunjukkan posisi strategis Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Terlebih dengan sumbangan 15 persen perusahaan peserta program BPJS Ketenagakerjaan secara nasional.
Ke depan, Gubernur Khofifah memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memberikan penguatan sinergi dengan dunia usaha, asosiasi industri, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Hal ini agar cakupan perlindungan semakin luas dan merata bahkan ke perusahaan-perusahaan yang saat ini belum memberikan BPJS Ketenagakerjaan terhadap karyawannya.
"Insya Allah, kami akan terus memastikan bahwa seluruh pekerja di Jawa Timur mendapatkan perlindungan optimal. Dunia usaha kita harus patuh dan tenaga kerja kita harus terlindungi. Supaya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur akan semakin inklusif dan berkelanjutan," pungkas Khofifah.
Topik
Peristiwa bpjs ketenagakerjaan perusahaan di jatim jawa timur pemprov jatim
Media Terverifikasi Dewan Pers
Update Berita JatimTIMES Network
Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:
Install Aplikasi Jatim Times News
Penulis
M. Bahrul Marzuki
Editor
Yunan Helmy
Peristiwa
Artikel terkait di Peristiwa
Dianggap Hama, Ikan Sapu-Sapu Ternyata Punya Protein Tinggi yang Bisa Jadi Pupuk Cair Organik
1 minggu lalu
Dinsos Kota Malang Turun Tangan Dampingi Pelajar Korban Persetubuhan Driver Ojol
1 hari lalu
BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Republik Indonesia Perkuat Perlindungan Pekerja di Ekosistem Koperasi
10 jam lalu
Tanggapan Pemerintah Soal 9 WNI Ditahan Tentara Israel, Ada Upaya Pembebasan?
2 hari lalu
Viral Main Game dan Ngerokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Akhirnya Minta Maaf
1 minggu lalu
Ramai Gaji Pensiunan Naik Mei 2026 Ramai, Ini Penjelasan PT Taspen
2 minggu lalu
Jadwal Puncak Musim Kemarau 2026, Ini Daftar Wilayah Paling Panas
2 hari lalu
Topik Khusus
Wahyu Hidayat #PENDIDIKAN #MALANG #PILKADA MALANG #JAWA TIMUR #PILKADA
Headline Berita
Wajib Kamu Baca
1
46 Persen Lulusan SD Kota Malang Tak Tertampung di SMP Negeri
2
Proyek Pembangunan PSEL Aglomerasi Malang Raya di Kabupaten Malang Terancam Batal
3
Pria di Malang Divonis 11 Bulan Penjara dan Denda Rp100 Juta Usai Menang Lomba Menulis Hadiah Narkotika
4
Dinsos Kota Malang Turun Tangan Dampingi Pelajar Korban Persetubuhan Driver Ojol
5
Heboh Buku Tamu Gunung Kawi Dibongkar Pesulap Merah, Muncul Nama Pengusaha MBG
6
IHSG Ambruk Usai Prabowo Teken PP Ekspor SDA, Investor Panik Hindari Saham Ini
7
Jajaran Direksi Bank Jatim Lakukan Borong Saham




