Jawa Timur Terdepan dalam Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan 2025
Sosial

Jawa Timur Terdepan dalam Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan 2025

Kutipan Media - Cakrawalanews.co-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat prestasi gemilang dengan 132.364 perusahaan di wilayahnya telah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yang menempatkan provinsi ini sebagai yang tertinggi secara nasional pada tahun 2025. Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan di Surabaya pada Kamis bahwa hal ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata ketaatan perusahaan di Jawa Timur terhadap aturan. Beliau mengungkapkan, “Alhamdulillah, ini bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan di Jawa Timur taat aturan. Mereka juga taat dan memiliki kesadaran tinggi untuk memberikan perlindungan kepada para pekerjanya. Jadi ini benar-benar menggambarkan lingkungan kerja yang sehat.”

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, jumlah perusahaan di Jawa Timur tersebut berhasil melampaui DKI Jakarta yang mencatatkan 116.824 perusahaan, Jawa Tengah dengan 107.420 perusahaan, serta Jawa Barat dengan 98.029 perusahaan. Secara nasional, total perusahaan peserta program BPJS Ketenagakerjaan mencapai 875.641 unit, di mana kontribusi Jawa Timur menyumbang sekitar 15 persen dari keseluruhan jumlah tersebut. Khofifah menegaskan bahwa kepatuhan ini mencerminkan tanggung jawab terhadap perlindungan tenaga kerja sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem industri yang sehat dan kompetitif.

Lebih lanjut, kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dinilai sebagai indikator penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif karena memberikan kepastian hukum bagi para investor. Terkait hal ini, Khofifah menjelaskan, “Ini menjadi nilai tambah bagi Jawa Timur dalam menarik investasi. Kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan menunjukkan bahwa ekosistem usaha kita stabil, tertib, dan memiliki payung hukum yang melindungi.” Capaian ini sekaligus memperkuat posisi strategis Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional dan mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memperluas cakupan perlindungan bagi para pekerja.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha, asosiasi industri, serta BPJS Ketenagakerjaan agar perlindungan semakin merata, termasuk menyasar perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya. Menutup pernyataannya, Khofifah menyampaikan optimismenya dengan berkata, “Insya Allah, kami akan terus memastikan bahwa seluruh pekerja di Jawa Timur mendapatkan perlindungan optimal. Dunia usaha kita harus patuh dan tenaga kerja kita harus terlindungi. Supaya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur akan semakin inklusif dan berkelanjutan.” ( wa/Ra)

You can share this post!