Jemaah Lansia Terlantar di Jakarta Diduga Ditipu Biro Travel Umrah
Sumber Foto: IDN Times Sumsel
Lifestyle

Jemaah Lansia Terlantar di Jakarta Diduga Ditipu Biro Travel Umrah

1. Imbau warga berhati-hati pilih biro perjalanan

Korban mengaku mengumpulkan uang hasil keringat untuk sampai ke tanah suci. Hanya saja, hal tersebut justru dipermainkan oleh pihak travel umrah sehingga keberangkatan korban terhenti hanya sampai Jakarta.

"Tadinya mau berangkat nahan nafsu, nahan makan untuk mengumpulkan uang karena ingin ke tanah suci. Apa yang terjadi sampai Jakarta kita disuruh nambah untuk berangkat," jelas dia.

Kejadian ini diharap tak terulang kembali dan cepat menjadi atensi pemerintah baik di Lubuk Linggau dan Musi Rawas. Endi mengimbau agar warga dapat lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan untuk berangkat umrah.

"Kita mau nambah uang, tapi tidak ada lagi. Setiap orang tidak mudah ke sana (tanah suci)," jelas dia.

2. Terlantar di Jakarta 15 hari

Endi menambahkan, dugaan penipuan yang menimpa keluarganya tersebut terjadi sekitar dua pekan lalu, saat sang nenek diberangkatkan ke Jakarta untuk umrah. Para jemaah sekitar 20 orang diberangkatkan dari Palembang dengan tujuan Jeddah, Arab Saudi, dengan tujuan transit Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, pihak travel menghilang dan tak dapat dihubungi. Para korban akhirnya terluntang-lantung menunggu kejelasan keberangkatan.

"Perjanjian berangkat ke Jeddah, tapi dia cuma sampai Jakarta, sampai di sana terlantar 15 hari di Jakarta," jelas dia.

3. Para korban belum tempuh jalur hukum

Dari 20-an korban yang berangkat ke Jakarta, sekitar 12 orang tetap berangkat ke Tanah Suci. Sementara yang lainnya tak mendapat kejelasan untuk berangkat.

"Ke-12 jemaah akhirnya tetap pergi umrah dengan travel lain, yang gak ada uang untuk bayar travel umrah terlantar. Sampai hari ini belum ada titik terang," jelas dia.

Atas dugaan penipuan tersebut, pihak keluarga telah mengecek keberadaan kantor travel di Kota Lubuk Linggau. Namun, kantor tersebut diketahui sudah lama tutup. Hingga kini, keluarga korban belum menempuh jalur hukum karena masih menunggu itikad baik dari pihak biro perjalanan tersebut.