Keluarga Zikria Ajukan Surat untuk Bertemu Risma, Ingin Sampaikan Permintaan Maaf Langsung
Sumber Foto: surabaya.ayoindonesia.com
Petikan Media

Keluarga Zikria Ajukan Surat untuk Bertemu Risma, Ingin Sampaikan Permintaan Maaf Langsung

SURABAYA — Daru Asmara Jaya, suami Zikria Dzatil, mengaku telah mengajukan surat permohonan untuk bertemu secara pribadi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Permohonan itu diajukan meski keluarga menyebut Risma telah memberikan maaf.

Keinginan bertemu tersebut muncul setelah Zikria sempat menghina Risma melalui media sosial. Keluarga menyatakan tetap ingin menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Sebelumnya, Risma sempat menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya tidak memiliki keinginan atau agenda untuk bertemu Zikria di Polrestabes Surabaya. Namun, ia menyatakan akan menerima apabila pihak keluarga berkeinginan untuk menemuinya.

Surat diserahkan ke Pemkot Surabaya

Kuasa hukum Zikria, Advent Dio Randy, mengatakan surat permohonan pertemuan diserahkan pada Jumat (7/2/2020) pagi. Ia menyebut penyerahan surat dilakukan dengan pendampingan langsung dari Daru.

“Tadi kami sudah bersurat didampingi Pak Daru langsung ke Pemkot Surabaya. Kami ditemui oleh pihak umum dan humas. Sementara kami masih menunggu jawaban dari pihak sana karena sifatnya resmi pakai surat,” kata Dio saat ditemui di Polrestabes Surabaya.

Dio menjelaskan, surat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya berisi permohonan agar keluarga Zikria dapat bertemu langsung dengan Risma untuk menyampaikan permintaan maaf.

Daru menegaskan, permintaan maaf melalui media belum dianggap cukup. “Meski sudah dimaafkan melalui media, kami ingin bertemu langsung dengan beliau secara pribadi. Harapannya permohonan maaf secara langsung, meskipun kita sudah tau Bu Risma sudah berikan minta maaf. Karena saya ingin bertemu secara pribadi sama beliau,” ujarnya.

Petikan isi surat Daru kepada Risma

Dalam surat yang ditujukan kepada Risma, Daru mengawali dengan ucapan terima kasih karena Risma bersedia memaafkan kesalahan yang dilakukan istrinya. Ia juga kembali menyampaikan permohonan maaf dan menyebut kesalahan itu sebagai bentuk kegagalannya sebagai suami dalam mendidik istri.

Daru juga menyinggung kondisi keluarganya, termasuk anak-anaknya. Dalam surat tersebut, ia menulis bahwa anak sulungnya yang sudah bekerja kerap menerima celaan dan olokan, baik secara langsung maupun melalui media sosial dari orang yang tidak dikenalnya. Ia juga menuliskan bahwa anak bungsunya yang belum genap dua tahun sering menangis memanggil ibunya.

Melalui surat itu, Daru meminta agar Risma bersedia mempertemukannya—mewakili keluarga—untuk menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya secara langsung. Ia berharap pertemuan tersebut dapat membuat hatinya lebih tenang setelah menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

Di bagian akhir, Daru menyatakan memahami bahwa perbuatan istrinya telah melukai serta menyakiti dan menjatuhkan harga diri Risma beserta keluarga, bahkan masyarakat Kota Surabaya yang menghormati Risma.