Kutipan Media - Ringkasan Berita:
Ramon Suzara selaku Ketua AVC turut menyampaikan keprihatinannya atas perang Iran vs AS-Israel yang kini sedang terjadi
Sebelumnya, sebanyak 20 pevoli putri Iran dinyatakan tewas akibat serangan bom AS-Israel
Ramon Suzara berharap konflik yang terjadi segera berakhir damai
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Konfederasi Bola Voli Asia (AVC), Ramon Suzara, turut menyampaikan keprihatinannya atas perang Iran vs AS-Israel yang kini sedang terjadi.
Perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel kemudian berdampak kepada sejumlah negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Sejumlah kerusakan pun terjadi, bahkan tidak sedikit pula korban jiwa yang melayang.
Bahkan sebanyak 20 pevoli putri Iran dinyatakan tewas akibat serangan bom AS-Israel yang menghantam gedung olahraga di kota Lamerd, Provinsi Fars, Iran Selatan, Sabtu (28/2/2026).
Hal itulah yang turut mengundang kekhawatiran dari Ramon Suzara. Pria berkewarganegaraan Filipina itu berharap konflik yang terjadi segera berakhir damai.
"Saya menulis surat ini kepada Anda hari ini terkait krisis yang sedang berlangsung di Teluk dan Iran. Atas nama seluruh Konfederasi Bola Voli Asia, saya ingin menyampaikan keprihatinan terdalam saya kepada semua orang yang terkena dampak dari keadaan yang sangat mengkhawatirkan ini."
"Pertama dan terutama, saya sangat berharap Anda, keluarga Anda, dan orang-orang terkasih Anda aman dan tenteram. Ketahuilah bahwa pikiran dan doa kami menyertai Anda semua, dan kami berdoa dengan sungguh-sungguh agar krisis ini segera berakhir dengan damai."
"Di masa-masa sulit, komunitas bola voli kita harus bersatu. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa AVC siap membantu federasi anggota kami di Teluk dan Iran dengan cara apa pun yang kami bisa. Kami sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung Anda melalui masa sulit ini."
Bisa Berimbas kepada Kalender Voli Asia
Situasi tegang yang kini terjadi akibat perang Iran vs AS-Israel belum bisa dipastikan akan berakhir kapan.
Karena sampai berita ini diturunkan, situasi masih memanas.
Dikutip dari Daily Mail, Presiden Donald Trump bahkan mengatakan jika perang melawan Iran bisa berlangsung hingga empat minggu atau satu bulan.
"Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu. Ini selalu merupakan proses sekitar empat minggu jadi—sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu—atau kurang," kata Trump.
Situasi tersebut tentu akan menimbulkan efek domino, termasuk berimbas kepada keberlangsungan sejumlah turnamen dalam kalender voli Asia.
Dalam waktu dekat, akan ada AVC