Klarifikasi Najib Terkait Pemberitaan Mengenai Danrem 162/WB
Sumber Foto: LombokPost
Inti Pernyataan

Klarifikasi Najib Terkait Pemberitaan Mengenai Danrem 162/WB

GIRI MENANG - M. Najib, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di media online mengenai pernyataannya tentang Danrem 162/WB. Najib merasa perlu meluruskan informasi yang dianggap tidak akurat, yang menyiratkan bahwa dirinya menyalahkan Danrem.

Dalam penjelasannya, Najib menyampaikan rasa kekecewaannya atas cara pemberitaan yang menafsirkan pernyataannya. "Saya menyampaikan kepada fasilitator dan Pokmas untuk menghargai Pak Danrem sebagai tim yang telah memberikan keringanan bagi Pokmas dan fasilitator," ungkapnya saat memberikan layanan satu pintu di Gedung Budaya Narmada.

Pada kesempatan tersebut, Najib menjelaskan bahwa Danrem mengizinkan Pokmas dan fasilitator untuk menyusun laporan dengan tulisan tangan, guna mempercepat proses administrasi pencairan bantuan pembangunan rumah bagi korban gempa. "Namun, saya meminta agar tulisan tangan tersebut tidak dalam tipe-X, dicoret-coret, atau sulit dibaca. Itu inti dari pernyataan saya," tambahnya.

Najib mengungkapkan bahwa pemberitaan yang muncul justru menyudutkan dirinya dengan menyatakan bahwa ia menyalahkan Danrem atas kebijakan tersebut, yang dinilai dapat mengakibatkan kesulitan dalam membaca laporan yang diajukan. Untuk itu, ia meminta kepada media, termasuk Lombok Post, untuk melakukan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam polemik yang dapat menghambat upaya pembangunan rumah bagi warga korban gempa. Najib juga mengucapkan terima kasih kepada Danrem dan anggota TNI yang telah aktif membantu dalam penanganan dampak gempa. "Saya sangat berterima kasih kepada Pak Danrem. Ini yang saya mohon untuk diklarifikasi di media," tutupnya.

Kebijakan penulisan laporan dengan tulisan tangan ini diambil untuk mempermudah masyarakat dalam proses administrasi pencairan bantuan bagi pembangunan rumah korban gempa.