Korea Utara Kecam Operasi Militer AS di Venezuela dan Peringatkan Ancaman Konflik Global
Sumber Foto: Target Berita
Inti Pernyataan

Korea Utara Kecam Operasi Militer AS di Venezuela dan Peringatkan Ancaman Konflik Global

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan Amerika Serikat (AS) yang melancarkan operasi militer di Venezuela. Dalam pernyataannya, Kim menyebut aksi tersebut sebagai provokasi berbahaya yang berpotensi memicu "perang termonuklir paling mematikan".

Ketegangan internasional semakin meningkat setelah AS melakukan operasi khusus di Caracas pada 3 Januari 2026, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya dilaporkan kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York, untuk menghadapi sejumlah dakwaan pidana.

Kim Jong-un memperingatkan bahwa penangkapan pemimpin suatu negara berdaulat melalui tindakan militer dapat memperparah ketegangan global dan membuka jalan bagi konflik yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa penindasan terhadap kedaulatan suatu negara hanya akan menyeret dunia ke dalam perang besar.

Selain itu, Korea Utara juga menyinggung kemungkinan keterlibatan negara-negara sekutu Venezuela, termasuk Rusia, yang dapat mengambil langkah strategis untuk membela Caracas. "Penindasan terhadap kedaulatan suatu negara hanya akan menyeret dunia ke jurang perang besar," ungkap pernyataan resmi Pyongyang, yang juga menyerukan pembebasan Nicolás Maduro.

Secara keseluruhan, reaksi Korea Utara mencerminkan kekhawatiran yang mendalam terhadap dampak tindakan militer AS di Venezuela, serta potensi konsekuensi yang lebih besar bagi stabilitas global.