Kota Sukabumi Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan melalui Penguatan PAD
SUKABUMI – Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi digelar pada Jumat (6/2/2026) di Ruang Pertemuan Disdikbud Kota Sukabumi.
Bacaan Lainnya
Pendapatan Daerah Kota Sukabumi Tembus Rp227 Miliar
Vertiqua: Menanam Ikan di “Langit” Cikole, Jawaban UMMI untuk Ketahanan Pangan Kota
Harga Telur, Bawang, dan Cabai di Kota Sukabumi Turun
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disdikbud, Ketua PGRI, perwakilan Bappeda, Dewan Pendidikan, unsur kecamatan dan kelurahan, perwakilan sekolah, serta Kementerian Agama Kota Sukabumi. Forum menjadi wadah penyelarasan program pembangunan bidang pendidikan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Salah satu isu strategis yang mengemuka adalah ketercukupan tenaga pendidik.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dalam kesempatan itu memaparkan arah kebijakan pembangunan Kota Sukabumi menuju tahun 2027. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan berkelanjutan.
“Kapasitas fiskal kita terus menguat. Proyeksi PAD di tahun 2026 ditargetkan mencapai lebih dari Rp535 miliar, meningkat dari baseline tahun 2024 yang berada di angka Rp437 miliar,” ujarnya.
Bobby juga menyoroti capaian tahun 2025, di mana Kota Sukabumi berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam realisasi belanja daerah dan peringkat kedelapan nasional dalam realisasi pendapatan daerah. PAD tahun 2025 tercatat meningkat sebesar 12,47 persen atau setara Rp54,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, penguatan fiskal menjadi modal penting untuk memperluas program yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Dokumen kebijakan ini menegaskan komitmen kita untuk memperkuat aspek sosial, infrastruktur, dan kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Untuk periode 2026–2027, Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan sejumlah fokus program strategis. Di bidang kesehatan dan sosial, pemerintah menargetkan penanganan stunting, penguatan layanan homecare dan ambulans gratis, serta program jaminan sosial.
Di sektor infrastruktur, pembangunan difokuskan pada perbaikan jalan, trotoar, drainase, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), serta penerangan jalan umum hingga pelosok kota. Upaya pengurangan pengangguran dilakukan melalui dorongan perekrutan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di setiap kecamatan serta optimalisasi tenaga honorer dan P3K paruh waktu.
Program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat tetap menjadi prioritas, seperti pemberian insentif bagi RT, RW, Linmas, guru ngaji, marbot, hingga tenaga pendidik. Selain itu, penguatan operasional Posyandu direncanakan dengan alokasi lebih dari Rp4,3 miliar, penyaluran beasiswa sekitar Rp1,3 miliar, serta pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja.
Halaman: 1 2
Berkelanjutan Kota Sukabumi Mantapkan Arah Pembangunan PAD Menguat
Sebarkan
Navigasi pos
Pos sebelumnya Pergantian Kapolresta Sukabumi Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi
Pos berikutnya Kapolda Jabar Pimpin Aksi Bersih Pantai




