KSP Intidana Dinyatakan Tidak Bermasalah Setelah Melunasi Kewajiban Sebesar Rp 240 Miliar
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana telah dinyatakan tidak lagi bermasalah setelah melunasi sekitar 25 persen dari total kewajibannya sebesar Rp 930 miliar kepada para anggotanya. Ketua Umum KSP Intidana, Darius Limantara, mengungkapkan bahwa koperasi tersebut telah membayar sebesar Rp 240 miliar dan masih memiliki kewajiban sebesar Rp 690 miliar yang akan diselesaikan melalui revitalisasi aset base resolution.
Dalam pernyataannya setelah audiensi dengan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, di Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2025, Darius menjelaskan bahwa KSP Intidana memiliki piutang senilai Rp 300 miliar dan aset sebesar Rp 325 miliar yang dapat digunakan untuk menutupi kekurangan kewajiban pembayaran tersebut.
KSP Intidana memiliki sekitar 2.500 anggota yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Darius berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran Rp 690 miliar secara transparan, meskipun ia tidak menetapkan tenggat waktu tertentu untuk pelunasannya.
Alasan KSP Intidana dapat keluar dari daftar koperasi bermasalah disebabkan oleh kesepakatan yang dicapai dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Salah satu kesepakatan tersebut adalah jaminan pengembalian simpanan bagi anggota. Darius menjelaskan bahwa anggota yang mendukung kemajuan KSP Intidana akan mendapatkan bagian dalam penyelesaian simpanan mereka.
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mencabut KSP Intidana dari daftar delapan koperasi bermasalah yang berada di bawah pengawasan Satuan Tugas Revitalisasi Koperasi Bermasalah. Menurut Budi, keberhasilan KSP Intidana dalam menyelesaikan kewajiban mereka menunjukkan bahwa koperasi ini bukan merupakan skema ponzi, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi koperasi bermasalah lainnya.
Saat ini, Satuan Tugas Revitalisasi Koperasi Bermasalah masih mengawasi tujuh koperasi lainnya yang belum menyelesaikan masalah serupa, yaitu KSP Indosurya, Koperasi Jasa Berkah Wahana Sentosa, KSP Sejahtera Bersama, KSP Pracico Inti Utama, KSP Pracico Inti Sejahtera, KSP Timur Pratama Indonesia, dan KSP Lima Garuda.




