KTT G20 Afrika Sahkan Deklarasi Iklim di Tengah Boikot AS
Kutipan Media - KTT G20 yang untuk pertama kalinya berlangsung di Afrika Selatan mengesahkan deklarasi bersama mengenai krisis iklim dan isu global lainnya pada pembukaan konferensi di Johannesburg pada Sabtu, 22 November.
Menurut laporan Al Jazeera, deklarasi itu juga menegaskan komitmen G20 meringankan beban negara berkembang dan mendorong penyelesaian konflik bersenjata di Sudan, Republik Demokratik Kongo, wilayah pendudukan Palestina, dan Ukraina.
Pertemuan dua hari tersebut mempertemukan para pemimpin serta pejabat tinggi ekonomi maju dan berkembang. Namun, Amerika Serikat tidak hadir setelah Presiden Donald Trump memerintahkan boikot atas dasar klaim tidak berdasar bahwa Afrika Selatan melakukan kebijakan anti-kulit putih dan menganiaya minoritas Afrikaner.
Deklarasi Iklim Jadi Sorotan di KTT
Dalam pidato pembukaan, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menekankan arti dari pertemuan dalam forum tersebut. “Sebagai KTT pemimpin G20 pertama yang diadakan di Afrika, ini membawa harapan dan harus mencerminkan aspirasi rakyat benua ini dan dunia,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kesepakatan nyata dalam isu global yang menjadi perhatian utama para anggota.
Salah satu fokus tersebut adalah krisis iklim. Menurut juru bicara Presiden Ramaphosa, deklarasi soal krisis iklim yang baru disahkan itu tidak bisa dinegosiasikan kembali, meski Amerika Serikat menolak sebagian isi deklarasi tersebut.
Ia mengatakan, “Kami telah bekerja sepanjang tahun menuju adopsi ini, dan pekan lalu cukup intens.” Deklarasi itu menegaskan bahwa perubahan iklim semakin serius dan bencana besar paling menimpa kelompok rentan, sehingga memperparah kemiskinan dan ketimpangan.
Perbedaan Sikap soal Ukraina
Dilansir dari Euronews, pernyataan terpisah dari pertemuan para pemimpin Uni Eropa di sela-sela KTT menegaskan bahwa pelaksanaan elemen yang berkaitan dengan Uni Eropa dan NATO harus mendapat persetujuan anggota keduanya. Pernyataan itu muncul ketika usulan rencana perdamaian Ukraina yang diajukan Amerika Serikat menjadi sorotan pembukaan dan agenda di sela KTT.
Tak hanya itu, forum G20 juga menyatakan komitmen memperkuat kerangka bersama untuk penanganan utang. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya mengingatkan bahwa negara kaya sering gagal memberi konsesi penting dalam kesepakatan iklim dan reformasi keuangan global.




