Kumpulan Kutipan Ki Hajar Dewantara untuk Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei
Sumber Foto: Tribunpalu.com
Petikan Media

Kumpulan Kutipan Ki Hajar Dewantara untuk Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei. Peringatan ini kerap dikaitkan dengan Ki Hajar Dewantara, tokoh yang dikenal berpengaruh dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai penggagas pendirian Taman Siswa di Yogyakarta, yang menjadi tempat belajar bagi masyarakat. Untuk mengenang gagasan dan pemikirannya, berikut sejumlah kutipan yang kerap disampaikan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.

Kutipan populer Ki Hajar Dewantara

  • “Kalau suatu ketika ada orang meminta pendapatmu, apakah Ki Hadjar itu seorang nasionalis, radikalis, sosialis, demokrat, humanis, ataukah tradisionalis, maka katakanlah bahwa aku hanyalah orang Indonesia biasa saja yang bekerja untuk bangsa Indonesia dengan cara Indonesia - Ki Hadjar Dewantara”
  • “Pengajaran yang diberikan oleh Pemerintah Kolonial hanya untuk dapat menjadi \"buruh\" karena memiliki \"ijazah\", tidak untuk isi pendidikannya dan mencari pengetahuan guna kemajuan jiwa-raga (pasal 2). Pengajaran yang berjiwa kolonial itu akan membawa kita selalu tergantung pada bangsa Barat. Keadaan inu tidak akan lenyap hanya dilawan dengan pergerakan politik saja. Perlu diutamakan penyebaran hidup merdeka dikalangan rakyat kita dengan jalan pengajaran yang disertai pendidikan nasional (pasal 3) - Ki Hadjar Dewantara (Azas 1922)”
  • “Pembangunan dan Indonesia adalah dua terma yang menjadi mimpi Ki Hadjar Dewantara untuk mengajak-mengajarkan kemandirian,” ― Maulana Kurnia Putra, Eling & Meling; Sejumlah Esai Dalam Kongres Ki Hadjar Dewantara
  • “Melalui ngerti, ngrasa, lan ngelakoni (menyadari, mengisyafi, dan melakukan), budi pekerti yang dibentuk untuk merdeka dan mandiri akan hadir adab - Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama Pendidikan, Yogyakarta; Majlis Luhur Taman Siswa 1967”

Kutipan-kutipan tersebut kerap digunakan untuk mengingatkan kembali pentingnya pendidikan yang memerdekakan, membentuk budi pekerti, serta mendorong kemandirian.