Kutipan Inspiratif dari Budayawan Prie GS yang Mengena di Hati Masyarakat
Sumber Foto: GalaJabar
Petikan Media

Kutipan Inspiratif dari Budayawan Prie GS yang Mengena di Hati Masyarakat

GALAJABAR - Supriyanto GS, yang lebih dikenal dengan nama Prie GS, meninggal dunia pada Jumat, 12 Februari 2021, pukul 06.30 WIB. Prie GS terkenal sebagai seorang budayawan yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Meskipun awal karirnya sebagai wartawan, ia kemudian lebih dikenal melalui karyanya dalam dunia budaya dan media sosial.

Prie GS aktif di platform Twitter dengan akun @Pri_GS, di mana ia sering membagikan kutipan-kutipan yang penuh makna dan inspiratif. Kutipan-kutipan ini tidak hanya menarik perhatian pengikutnya, tetapi juga banyak dibagikan atau di-retweet oleh mereka. Berikut adalah beberapa kutipan populer dari Prie GS yang telah menginspirasi banyak orang:

  • "Puncak pendidikan adalah adab."
  • "Koran dan televisi telah kalah hampir segalanya dari media sosial. Harta karun yang tersisa tinggal satu: integritas."
  • "Jadilah spesial. Jika jadi penjual, menjuallah barang spesial. Spesialis itulah sebutannya. Jika sudah menjadi spesialis, lalu kembalilah menjual apa saja. Itulah inti penjualan: LAKU."
  • "Semua pekerjaan adalah tugas suci. Bahkan nguras WC sekalipun."
  • "Kemacetan hanya derita bagi yang sedang macet. Bukan bagi yang sedang nonton."
  • "Ujung pengetahuan adalah seni. Ujung kesenian adalah spiritualitas. Maka spiritualitas banyak sekali mengharuskan melewati jalan seni. Agak sulit membayangkan menjadi spiritual tetapi kehilangan seni."
  • "Kalau kau tak punya sesuatu yang kau inginkan, jangan sedih. Ada kalanya itu cara Tuhan menjauhkanmu dari bahaya yang tak kau tahu."
  • "Baper itu karena perasaan dibiarkan terlalu maju di depan akal."
  • "Soal yang paling ditakuti orang sibuk adalah menganggur."
  • "Jika seseorang benar-benar tinggi, ia merasa tak perlu membuat orang lain terlihat rendah."
  • "Jika engkau perempuan tak cantik dan engkau lelaki tak ganteng, bersyukurlah karena engkau diam-diam dihindarkan dari godaan pemberhalaan tubuh."
  • "Hidup ini keras, maka gebuklah."
  • "Mustahil menolak mati. Tetapi masih mungkin menolak kalah. Maka juga mungkin menolak mati dalam kalah."

Kutipan-kutipan tersebut mencerminkan pemikiran mendalam Prie GS mengenai pendidikan, kehidupan, dan spiritualitas, yang terus menginspirasi banyak orang hingga saat ini.