Lima Kutipan tentang Bahaya Membungkam Lawan Politik dan Ancamannya bagi Kebebasan
Sumber Foto: Liputan6.com
Petikan Media

Lima Kutipan tentang Bahaya Membungkam Lawan Politik dan Ancamannya bagi Kebebasan

Sejumlah negara tengah menghadapi isu pembungkaman politik, situasi yang kerap muncul ketika pemerintah tidak menyukai kritik dari pihak tertentu. Dalam sejarah, negara-negara totaliter seperti Uni Soviet hingga China dikenal sering membungkam suara politik yang bertentangan dengan narasi penguasa.

Berbagai tokoh negarawan maupun sastrawan sejak lama mengingatkan bahwa membungkam lawan politik dapat menjadi preseden buruk. Ketika satu suara dibungkam, tindakan serupa berpotensi menimpa pihak lain di kemudian hari.

Berikut lima kutipan yang kerap dijadikan rujukan dalam membahas bahaya pembungkaman terhadap lawan politik dan kebebasan berpendapat.

1. Peringatan bahwa pembungkaman bisa menimpa siapa pun

Wakil Presiden Filipina Leni Robredo, dalam pernyataannya yang membela Maria Ressa, menekankan bahwa penggunaan hukum dan institusi negara untuk menekan pihak tertentu dapat berdampak luas terhadap kebebasan warga biasa.

  • "Jika hukum dan institusi-institusi pemerintah kita bisa dipakai untuk menekan Ressa, maka kita semua harus khawatir mengenai apa artinya ini terhadap kebebasan warga biasa."
  • "Membungkam, melecehakan, dan menjadikan hukum sebagai senjata melawan media mengirimkan pesan yang jelas kepada setiap suara yang berbeda: Diamlah atau kamu selanjutnya," ujar Robredo.

2. Membungkam bukan membuktikan kebohongan

Kutipan dari karakter Tyrion Lannister dalam novel Game of Thrones menyoroti bahwa tindakan membungkam lebih mencerminkan ketakutan terhadap kebenaran atau pendapat yang akan disampaikan.

  • "Ketika kamu mencabut lidah seseorang, kamu tidak membuktikan bahwa dia seorang pembohong, kamu hanya menunjukan kepada dunia bahwa kamu takut terhadap apa yang akan orang itu ucapkan," kata Tyrion di buku A Clash of Kings.

3. Jaminan kebebasan berpendapat dalam Deklarasi Universal HAM PBB

Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menegaskan kebebasan setiap orang untuk memiliki dan menyampaikan pendapat, termasuk mencari dan menerima informasi tanpa memandang batas-batas.

  • "Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang batas-batas."

4. Membela hak orang lain untuk berbicara

Kutipan yang sering digunakan untuk mendukung kebebasan berpendapat ini kerap disalahpahami sebagai ucapan Voltaire. Namun, dalam naskah aslinya, kalimat tersebut merupakan tulisan Evelyn Beatrice Hall saat menulis tentang Voltaire.

  • "Saya tidak setuju apa yang kamu katakan, tetapi saya akan membela sampai mati hakmu untuk mengatakan itu," Evelyn Beatrice Hall.

5. Peringatan soal jalan menuju represi

Presiden Amerika Serikat Harry Truman pernah mengingatkan bahwa ketika pemerintah mulai membungkam oposisi, konsekuensinya dapat mengarah pada tindakan yang semakin represif dan menciptakan ketakutan di masyarakat.

  • "Sekalinya pemerintah mengikuti prinsip membungkam suara oposisi, maka ia hanya punya satu jalan, dan itu adalah jalan menuju tindakan yang semakin represif, hingga akhirnya itu menjadi sumber teror bagi semua warganya dan menciptakan negara di mana semua orang hidup dalam ketakutan."

Kelima kutipan tersebut menggambarkan satu benang merah: pembungkaman lawan politik bukan sekadar persoalan individu, melainkan menyangkut risiko lebih luas terhadap kebebasan sipil, kebebasan pers, dan iklim demokrasi.