Sejumlah negara tengah menghadapi isu pembungkaman politik, situasi yang kerap muncul ketika pemerintah tidak menyukai kritik dari pihak tertentu. Dalam sejarah, negara-negara totaliter seperti Uni Soviet hingga China dikenal sering membungkam suara politik yang bertentangan dengan narasi penguasa.
Berbagai tokoh negarawan maupun sastrawan sejak lama mengingatkan bahwa membungkam lawan politik dapat menjadi preseden buruk. Ketika satu suara dibungkam, tindakan serupa berpotensi menimpa pihak lain di kemudian hari.
Berikut lima kutipan yang kerap dijadikan rujukan dalam membahas bahaya pembungkaman terhadap lawan politik dan kebebasan berpendapat.
Wakil Presiden Filipina Leni Robredo, dalam pernyataannya yang membela Maria Ressa, menekankan bahwa penggunaan hukum dan institusi negara untuk menekan pihak tertentu dapat berdampak luas terhadap kebebasan warga biasa.
Kutipan dari karakter Tyrion Lannister dalam novel Game of Thrones menyoroti bahwa tindakan membungkam lebih mencerminkan ketakutan terhadap kebenaran atau pendapat yang akan disampaikan.
Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menegaskan kebebasan setiap orang untuk memiliki dan menyampaikan pendapat, termasuk mencari dan menerima informasi tanpa memandang batas-batas.
Kutipan yang sering digunakan untuk mendukung kebebasan berpendapat ini kerap disalahpahami sebagai ucapan Voltaire. Namun, dalam naskah aslinya, kalimat tersebut merupakan tulisan Evelyn Beatrice Hall saat menulis tentang Voltaire.
Presiden Amerika Serikat Harry Truman pernah mengingatkan bahwa ketika pemerintah mulai membungkam oposisi, konsekuensinya dapat mengarah pada tindakan yang semakin represif dan menciptakan ketakutan di masyarakat.
Kelima kutipan tersebut menggambarkan satu benang merah: pembungkaman lawan politik bukan sekadar persoalan individu, melainkan menyangkut risiko lebih luas terhadap kebebasan sipil, kebebasan pers, dan iklim demokrasi.