Menag Nasaruddin Umar Pimpin Salat Jumat dan Tinjau Pembangunan Gereja di IKN
Sumber Foto: Jurnal Borneo
Nasional

Menag Nasaruddin Umar Pimpin Salat Jumat dan Tinjau Pembangunan Gereja di IKN

Ukuran Font

Kecil Besar

NUSANTARA – Semangat persatuan dan harmoni antarumat beragama menguat di Ibu Kota Nusantara (IKN) seiring pelaksanaan Salat Jumat dan kunjungan kerja Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Masjid Negara IKN, Jumat (20/02/2026). Momentum Ramadan di Nusantara tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga perekat kebersamaan bagi ASN, pekerja konstruksi, dan masyarakat sekitar yang bersama-sama membangun ibu kota Nusantara.

Kunjungan tersebut memberi bukti nyata dan menegaskan komitmen Otorita IKN bahwa pembangunan Nusantara dilaksanakan secara menyeluruh, tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, pelayanan publik, serta ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.

Perhatian Terhadap Pelestarian Naskah Kuno, ini upaya Pemprov Kaltim 07/06/2023

Dalam khutbahnya, Menteri Agama menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis, bukan sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan pusat pemberdayaan dan pembinaan umat.

“Masjid ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat. Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, rumah besar untuk kemanusiaan,” ujar Nasaruddin.

Usai pelaksanaan Salat Jumat, Menag meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas di kawasan IKN, antara lain progres pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, RS Hermina, Rumah Susun ASN 1 serta Kantor Bersama.

Banyak CCTV RT Rusak, Wali Kota Neni: Minim Perawatan 17/03/2026

Peninjauan tersebut mencerminkan sinergi pembangunan lintas sektor yang terus berjalan untuk mendukung terbentuknya pusat pemerintahan yang modern sekaligus berlandaskan nilai kebersamaan.

Kehadiran Menteri Agama di IKN menjadi bagian dari syiar Ramadan yang menghadirkan suasana religius, inklusif, dan penuh kebersamaan. Di tengah proses pembangunan yang terus berlangsung, Nusantara tumbuh sebagai ruang hidup yang mempertemukan keberagaman dalam semangat persatuan.

Otorita IKN menegaskan bahwa Ramadan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat harmoni sosial sekaligus menunjukkan bahwa Nusantara dibangun bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol Indonesia yang rukun dan inklusif.(rls/mn)

Sisi Lain Relawan PJA Samarinda: Biasa Belah Macet demi Ambulans, Kini Beraksi Bagi Takjil 18/03/2026

Topik

ibu kota nusantara kalimantan timur Kementerian Agama Nasaruddin Umar nusantara Pembangunan IKN Ramadan 2026 Salat Jumat serba serbi Toleransi Beragama

Tim Redaksi