Menggugah Semangat Menyambut HUT RI ke-76: 15 Kutipan Pidato Ir. Soekarno
Sumber Foto: Media Pakuan
Petikan Media

Menggugah Semangat Menyambut HUT RI ke-76: 15 Kutipan Pidato Ir. Soekarno

Indonesia akan segera merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-76 pada 17 Agustus 2021. Dalam rangka menyambut perayaan tersebut, banyak yang kembali mengenang pidato-pidato inspiratif dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Pidato-pidato ini dikenal mampu membangkitkan semangat, khususnya di kalangan generasi muda.

Soekarno, dengan gaya pidatonya yang khas, sering kali menyampaikan pesan-pesan yang membakar semangat perjuangan dan kebangkitan bangsa. Banyak dari kutipan pidatonya yang masih relevan dan sering dijadikan referensi dalam berbagai perlombaan dan acara menjelang peringatan kemerdekaan. Berikut adalah 15 kutipan pidato Soekarno yang dapat memotivasi dan menginspirasi:

  • “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku satu pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
  • “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.” (Pidato HUT Proklamasi 1956)
  • “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”
  • “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”
  • “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)
  • “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
  • “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963)
  • “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.”
  • “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali.” (Pidato HUT Proklamasi, 1949)
  • “Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950)
  • “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu: ‘Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim’. Tuhan tidak mengubah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya.” (Pidato HUT Proklamasi, 1964)
  • “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966)
  • “Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong.” (Pidato HUT Proklamasi, 1966)
  • “Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem.” (Pidato HUT Proklamasi 1964)
  • “Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

Kutipan-kutipan tersebut menunjukkan betapa pentingnya semangat perjuangan dan persatuan dalam membangun bangsa. Menyambut HUT RI ke-76, mari kita renungkan kembali pesan-pesan tersebut sebagai motivasi untuk terus berjuang demi kemajuan Indonesia.