Sumber Foto: Tribunjabar.id
Petikan Media
Menghargai Pemikiran RA Kartini melalui Kutipan Bijak di Hari Kartini
Setiap tanggal 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Ajeng Kartini, seorang pelopor emansipasi wanita. Di momen ini, banyak yang membagikan kutipan-kutipan inspiratif dari Kartini yang menggugah semangat, terutama bagi perempuan.
Kutipan-kutipan tersebut mencerminkan pemikiran Kartini mengenai pendidikan, peran perempuan, dan pentingnya kesetaraan. Berikut adalah beberapa kutipan bijak dari RA Kartini yang dapat dijadikan inspirasi:
- "Seorang guru bukan hanya sebagai pengasah pikiran saja, melainkan juga pendidik budi pekerti."
- "Tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkannya secara jelas kepada murid-murid."
- "Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya."
- "Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya."
- "Untuk sementara didiklah, berilah pelajaran kepada anak-anak perempuan kaum bangsawan: dari sinilah peradaban bangsa harus dimulai. Jadikanlah mereka ibu-ibu yang cakap, cerdas, dan baik. Maka mereka akan menyebarluaskan peradaban di antara bangsanya."
- "Bahwa kebahagiaan perempuan yang paling tinggi, sejak berabad-abad yang lalu bahkan juga sampai saat ini adalah hidup selaras bersama laki-laki."
- "Rampaslah semua harta benda saya, asalkan jangan pena saya."
- "Pendidikan sekolah bagi anak-anak pada waktu sekarang merupakan hal yang biasa sekali, tetapi kalau jumlah anak mencapai 25 orang, bagaimana mungkin pendidikan yang sebaik-baiknya itu dapat diusahakan bagi mereka semua? Orang tidak berhak melahirkan anak apabila dia tidak mampu menghidupinya."
- "Bila orang hendak sungguh-sungguh memajukan peradaban, maka kecerdasan pikiran dan pertumbuhan budi harus sama-sama dimajukan."
- "Adalah suatu pertolongan dan bantuan besar sekali bagi orang laki-laki jika perempuan berbudi tinggi dan terpelajar."
- "Ketidaksetaraan perempuan ini akibat dari dibatasinya akses perempuan untuk memperoleh pengetahuan sehingga perempuan menjadi bodoh. Sehingga cara satu-satunya adalah perempuan harus sekolah."
Kutipan-kutipan ini tidak hanya relevan untuk diingat pada Hari Kartini, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan di Indonesia.




