Merayakan Hari Masyarakat Adat Internasional: Menghargai Peran Perempuan dan Hak-Hak Masyarakat Adat
Sumber Foto: Katakini.com
Petikan Media

Merayakan Hari Masyarakat Adat Internasional: Menghargai Peran Perempuan dan Hak-Hak Masyarakat Adat

Setiap tanggal 9 Agustus, dunia memperingati Hari Masyarakat Adat Internasional atau International Day of the Worlds Indigenous People. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya melindungi hak-hak masyarakat adat di seluruh dunia.

Tema yang diusung pada Hari Masyarakat Adat Internasional tahun ini adalah 'Peran Perempuan Adat dalam Pelestarian dan Transmisi Pengetahuan Tradisional'. Tema ini menyoroti kontribusi signifikan yang diberikan oleh perempuan dari masyarakat adat dalam menjaga dan meneruskan tradisi serta budaya mereka.

Dalam rangka merayakan hari penting ini, masyarakat diajak untuk menyuarakan dukungan terhadap hak-hak masyarakat adat melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan membagikan kutipan bijak dari tokoh-tokoh dunia. Berikut adalah sepuluh kutipan yang dapat dijadikan inspirasi:

  • Ir. Soekarno: "Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!"
  • John F. Kennedy: "Jika seni bertujuan untuk memelihara akar dari budaya kita, masyarakat harus membiarkan seniman bebas mengikuti visi mereka masing-masing kemanapun hal itu membawa mereka."
  • Pramoedya Ananta Toer: "Dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya."
  • Ki Hadjar Dewantara: "Hormatilah dalam pada itu segala adat istiadat yang kuat dan sehat, yang terdapat di daerah-daerah dan yang tidak mengganggu atau menghambat Persatuan Negara dan Bangsa Indonesia."
  • Soekarno: "Wadah yang bernama Negara Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, adat istiadat ini supaya utuh tidak retak."
  • Dzikry el Han: "Kita disatukan oleh persaudaraan adat. Tidak pantas kita bermusuhan."
  • Oka Aurora: "Adat itu peninggalan leluhur. Dibuat untuk kebaikan manusia. Untuk apa kau lawan? Kau tidak akan menang."
  • George Bernard Shaw: "Maafkan dia, karena dia percaya bahwa adat istiadat sukunya adalah hukum alam!"
  • Marcus Tullius Cicero: "Adat mempunyai kekuatan yang besar."
  • Lord Chesterfield: "Adat istiadat telah membuat tarian kadang-kadang perlu bagi seorang pria muda; oleh karena itu pikirkanlah sementara Anda mempelajarinya, agar Anda dapat belajar melakukannya dengan baik, dan tidak menjadi konyol, meskipun dalam tindakan yang konyol."

Melalui kutipan-kutipan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai keberadaan dan hak-hak masyarakat adat. Peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional adalah momen penting untuk merayakan keberagaman budaya dan tradisi yang ada di dunia.