Musisi Dunia Akomodasi Teman Tuli dengan Bahasa Isyarat
Sumber Foto: Tempo.co
Hiburan

Musisi Dunia Akomodasi Teman Tuli dengan Bahasa Isyarat

MAJELIS Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 23 September sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati berdirinya World Federation of the Deaf (WFD) pada 23 September 1951. Tujuan hari ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengadvokasi pelestarian bahasa isyarat dan budaya teman tuli, serta mempromosikan hak dan inklusi teman tuli di seluruh dunia.

Kesadaran menggunakan bahasa isyarat semakin berkembang di antara para musisi. Walau mungkin nada mereka sulit terdengar oleh para teman tuli, namun semakin banyak pula musisi yang mencoba menjembatani makna lagunya melalui bahasa isyarat.

Para penyanyi mulai menyertakan penerjemah bahasa isyarat dalam pertunjukkan maupun video resmi dari mereka agar teman tuli tetap dapat merasakan musik. Berikut lima penyanyi indonesia serta internasional yang menyertakan bahasa isyarat dalam video dan pertunjukkannya lagunya.

1. Yura Yunita

Terinspirasi oleh ketekunan dan semangat para penyandang disabilitas, penyanyi Yura Yunita menciptakan lagu berjudul "Merakit." Untuk proyek ini, ia bekerja sama dengan Bunda Galuh, pendiri komunitas "The Little Hijabi" untuk teman tuli, guna menerjemahkan lagu tersebut ke dalam bahasa isyarat.

2. Idgitaf

Idgitaf, penyanyi kelahiran 2001 ini menggelar konser musik inklusif bertajuk "Mengudara Bersama Teman Tuli" pada 5 Mei 2024, di Sunyi Coffee, Jakarta Selatan. Dalam acara ini, Idgitaf menyajikan enam lagu dari album perdananya, Mengudara, dengan terjemahan bahasa isyarat. Konser ini merupakan wujud dari pengalaman pribadi Idgitaf terkait keterbatasan pendengaran, yang mendorongnya untuk berbagi makna dari album tersebut kepada lebih banyak orang, termasuk teman-teman tuli.

3. Anji

Anji cukup sering menggunakan Bahasa Isyarat pada pertunjukkan dan video lagunya. Dimulai pada tahun 2017, Anji merilis lagu "Bidadari Tak Bersayap." Lagu ini merupakan ungkapan perasaannya untuk sang istri, Wina Natalia, yang ia sebut sebagai "bidadari tak bersayap" dalam hidupnya. Anji menyelipkan bahasa isyarat Indonesia di dalam video klipnya. Kemudian pada 2019, "Aku Percaya" rilis dan bercerita tentang kasih sayang dari sudut pandang penyandang disabilitas. Melalui lagu ini, Anji juga mengampanyekan Bahasa Isyarat Indonesia.

4. Celine Dion

Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional PBB 2024, tim di balik film dokumenter Celine Dion, I Am: Celine Dion, telah merilis serangkaian video di YouTube yang menampilkan lagu-lagu dari soundtrack film tersebut dalam Bahasa Isyarat Amerika (ASL). Berdasarkan Billboard, video-video yang dibuat atas kerja sama dengan Sony Music Canada dan sutradara film Irene Taylor, menghadirkan seniman ASL Angela "AV" Vilavong. Ia menerjemahkan lagu-lagu hits Celine Dion seperti "My Heart Will Go On" dan "River Deep, Mountain High" ke dalam bahasa isyarat, termasuk Bahasa Isyarat Quebec (LSQ), yang digunakan di komunitas berbahasa Prancis di Kanada. Menurut Celine Dion, proyek ini bertujuan untuk menciptakan musik yang dapat diakses oleh semua orang, sementara Irene Taylor berharap bahwa seni Vilavong dapat memberikan pengalaman musik baru bagi seluruh dunia.

5. Metallica

Dalam rangka Hari Bahasa Isyarat Nasional Amerika 2023, band metal Metallica merilis sebuah inisiatif unik, mereka menyediakan video berbahasa isyarat untuk seluruh lagu di album mereka, 72 Seasons. Langkah ini menjadikan Metallica band rock pertama yang melakukan hal tersebut. Untuk mewujudkan proyek ini, mereka berkolaborasi dengan organisasi nirlaba Deaf Professional Arts Network (DPAN) dan Amber G Productions, yang dipimpin oleh penerjemah bahasa isyarat konser terkenal, Amber Galloway.