Nisya Klarifikasi Aksi Penyamaran Sebagai Pramugari, Sampaikan Permohonan Maaf
Perempuan berusia 23 tahun yang dikenal dengan nama Khairunisa, atau Nisya, mengeluarkan klarifikasi dan permohonan maaf setelah aksinya menyamar sebagai pramugari viral di media sosial. Nisya, yang berasal dari Palembang, mengakui bahwa ia bukan pramugari resmi dari maskapai mana pun, termasuk Batik Air.
Dalam pernyataan yang disampaikan dengan kesadaran penuh, Nisya menjelaskan bahwa ia melakukan perjalanan udara dari Palembang menuju Jakarta dengan penerbangan ID 7058 pada 6 Januari 2026. Dalam penerbangan tersebut, ia mengenakan atribut dan seragam lengkap pramugari Batik Air, termasuk membawa koper layaknya awak kabin serta menggunakan kartu identitas (ID card) yang bertuliskan 'Flight Attendant'.
Nisya mengakui bahwa atribut yang digunakannya tidak mencerminkan status sebenarnya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terdaftar sebagai pramugari aktif atau karyawan resmi di lingkungan Batik Air atau Lion Group. "Saya menyadari sepenuhnya bahwa tindakan yang saya lakukan adalah keliru," ujarnya dalam klarifikasinya.
Dalam video klarifikasi yang beredar, terlihat cuplikan saat Nisya berada di area bandara dengan mengenakan seragam pramugari, membawa koper, dan memperlihatkan ID card palsu. Video tersebut berfungsi sebagai pengakuan atas aksi penyamaran yang sempat mengelabui publik dan bahkan orang-orang terdekatnya.
Kasus ini menarik perhatian karena menyangkut keamanan dan kredibilitas industri penerbangan, yang memiliki standar ketat terkait identitas dan keselamatan. Meskipun tindakan Nisya tidak menimbulkan gangguan operasional penerbangan, sejumlah pihak menilai bahwa tindakan tersebut tetap berpotensi menimbulkan risiko jika tidak ditindaklanjuti.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai langkah hukum lanjutan dari pihak maskapai. Namun, klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikan oleh Nisya diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi pelaku dan masyarakat agar tidak menyalahgunakan atribut profesi yang berkaitan dengan keselamatan publik.




