PA 212 Mendesak MUI Ambil Sikap Terkait Pernyataan Menag Yaqut
Sumber Foto: detikNews
Inti Pernyataan

PA 212 Mendesak MUI Ambil Sikap Terkait Pernyataan Menag Yaqut

Jakarta – Persaudaraan Alumni (PA) 212 telah meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengambil sikap terkait pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menimbulkan polemik di masyarakat. PA 212 mengajukan permintaan ini dalam sebuah audiensi yang berlangsung di kantor MUI pada Jumat (4/3/2022).

Wakil Sekretaris Jenderal PA 212, Novel Bamukmin, menyatakan bahwa MUI perlu merespons dengan cepat situasi yang dianggap sebagai darurat penistaan agama. Dia menambahkan, pernyataan Yaqut dinilai telah masuk ke dalam unsur penistaan agama, baik dari segi bahasa maupun konteks yang dipahami oleh masyarakat.

"Kami mendesak agar MUI segera mengambil sikap resmi terkait pernyataan tersebut," kata Novel kepada wartawan pada Sabtu (5/3/2022).

Dalam kesempatan itu, PA 212 juga meminta MUI untuk menanggapi pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang menyatakan, 'Tuhan kita bukan orang Arab'. Novel menekankan pentingnya sikap jelas dari MUI terhadap kedua isu ini.

Sekretaris Fatwa MUI, Asrorun Niam Soleh, mengkonfirmasi bahwa MUI telah menerima silaturahmi dari PA 212 dan bahwa tim kesekjenan MUI sudah mulai membahas inti persoalan yang disampaikan. "MUI sudah memiliki mekanisme pembahasan fatwa yang baku, dan saat ini kami sedang mendiskusikan isu ini lebih lanjut," ujarnya.

Asrorun juga menekankan bahwa pejabat publik harus berorientasi pada kemaslahatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan. Dia berharap agar kebijakan yang diambil dapat dikomunikasikan dengan baik kepada publik. "Pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan kemaslahatan publik. Kebijakan yang diambil harus dipahami secara utuh oleh masyarakat," tambahnya.

PA 212 berharap agar MUI dapat segera merespons dan mengambil sikap resmi dalam waktu dekat, agar kegaduhan yang terjadi di masyarakat bisa diredakan.