Pangeran Brunei Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Jawa Tengah
Sumber Foto: ANTARA News
Ekonomi

Pangeran Brunei Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Jawa Tengah

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa Brunei Darussalam sedang menjajaki investasi di berbagai sektor di wilayah tersebut, termasuk sektor energi terbarukan.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis, menerima kunjungan tamu kehormatan dari keluarga Diraja Brunei Darussalam, yakni Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah beserta stafnya.

Kedatangannya untuk menindaklanjuti rencana investasi di sejumlah daerah di Jateng, sekaligus menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk rencana investasi pada sektor energi terbarukan.

Pangeran Muda Abdul Qawi beserta stafnya juga ingin melihat langsung titik-titik yang menjadi potensi investasi di Jateng.

Ketertarikan investasi dari Brunei Darussalam di Jateng mencakup beberapa sektor, mulai pengolahan sampah, pertanian, energi terbarukan, dan sektor strategis pendukung pembangunan berkelanjutan.

Menurut dia, pengelolaan sampah memang menjadi salah satu prioritas, sebagaimana arahan Presiden Prabowo agar tahun 2029 zero sampah sehingga pemerintah daerah harus kreatif untuk mengelola sampah, salah satunya dengan menggandeng investor.

"Untuk pengelolaan sampah yang sudah jalan ada di Banyumas raya dengan RDF, kemudian ada Pekalongan Raya," katanya.

Adapun untuk energi terbarukan, Luthfi juga sempat menawarkan untuk mengoptimalkan sejumlah waduk yang ada di Jateng.

Begitu juga dengan pengembangan energi terbarukan untuk mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan sejumlah kawasan industri lain.

Khusus untuk KITB, komunikasi dengan pengelola juga sudah dilakukan, tinggal menunggu langkah strategis.

"KITB itu kawasan industri terbesar yang kami miliki. Di sana komplit, ada industrinya, pariwisata, perumahan, termasuk nanti mau di bangun 'dry port' (tempat bongkar muat). Jadi kalau mau investasi akan sangat bagus," katanya.

Pada kesempatan itu, Luthfi juga menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan balasan ke Brunei Darussalam.

Selain untuk penandatanganan kerja sama, juga akan bertemu dengan para pekerja migran asal Jateng karena di sana terdapat banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jateng.

Sementara itu, Abdul Qawi menyampaikan bahwa ia mengunjungi beberapa lokasi, salah satunya Candi Borobudur yang terakhir dikunjunginya sekitar 20 tahun lalu.

Terkait potensi kerja sama, ia juga sudah mengajak beberapa delegasi untuk membahas hal-hal teknis dengan dinas atau instansi terkait.

Berdasarkan data, hingga 2025 lalu investasi dari Brunei Darussalam di Jateng tercatat lebih kurang Rp5 miliar.