PDI Perjuangan dan JATMI Sepakat Perkuat Nasionalisme Religius
Jakarta, Gesuri.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Jam’iyatu Ahli Thariqoh al-Mu’tabarah Indonesia (JATMI) mengadakan pertemuan untuk memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara nasional religius yang berlandaskan Pancasila. Pertemuan ini berlangsung di Kantor DPP PDI Perjuangan di Jl. Diponegoro.
Delegasi JATMI dipimpin oleh Wakil Ketua Umum K.H. Muchlas Sarkun dan Sekjen DPP JATMI, Drs.H. Miftahul Falah, beserta sepuluh anggota jajaran DPP JATMI. Mereka diterima oleh DPP PDI Perjuangan yang diwakili oleh Prof. Dr. H. Hamka Haq, MA, Ketua Bidang Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan YME, serta Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dan beberapa pengurus lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hamka Haq menjelaskan bahwa ideologi nasional religius yang diusung oleh PDI Perjuangan merupakan hasil pemikiran Bung Karno, yang dikenal sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa Bung Karno, sebagai seorang nasionalis sejati, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia untuk menjadi sebuah negara kebangsaan. Hal ini terlihat dari berbagai tulisannya yang dipublikasikan di koran pada masa muda.
Hamka juga menyebutkan bahwa dalam pledoinya di hadapan pengadilan Belanda, Bung Karno tidak hanya membela dirinya, tetapi juga membela kemerdekaan Indonesia, yang kemudian dibukukan dalam karya berjudul Indonesia Menggugat. Ia menegaskan bahwa meskipun Bung Karno memiliki komitmen kuat terhadap Islam, saat merumuskan Pancasila, ia tidak merasa terwakili dalam Panitia Delapan yang dibentuk oleh Radjiman, sehingga membentuk Panitia Sembilan yang lebih seimbang.
K.H. Mukhlas dan H. Miftahul Falah juga menegaskan bahwa JATMI, yang berdiri sejak 1959, merupakan organisasi masyarakat Islam independen yang mendukung Pancasila dan selalu berpihak pada pemerintah yang sah. Mereka berharap silaturahim ini dapat memperkuat nasionalisme religius dan mendukung tegaknya Pancasila serta keutuhan NKRI.
Dalam kesempatan ini, JATMI juga mengumumkan rencana untuk memperingati Hari Lahir Kartini pada 21 April di gedung DPR RI dengan acara Suluk khas untuk para ahli thoriqah. Mereka berharap kehadiran Ibu Puan Maharani, Ketua DPR RI, pada acara tersebut. Selain itu, JATMI juga berencana memeriahkan bulan Bung Karno dengan acara suluk di beberapa tempat di Jakarta menjelang 1 Juni 2022 dan menyelenggarakan Muktamar pada tahun 2023 dengan tema "Memperkokoh Nasionalisme Religius untuk Indonesia," berharap dukungan penuh dari PDI Perjuangan.




