PDIP Ingatkan Prabowo Hati-Hati dalam Investasi AS, Jangan Ulang Sejarah Freeport
Sumber Foto: Kompas.tv
Ekonomi

PDIP Ingatkan Prabowo Hati-Hati dalam Investasi AS, Jangan Ulang Sejarah Freeport

Kutipan Media - JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan sekaligus Anggota DPR RI, Komarudin Watubun meminta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak mengulang sejarah kelam Freeport terkait investasi yang masuk ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Komarudin merespons rencana investasi yang akan dilakukan Amerika Serikat buntut perjanjian tarif dagang Indonesia dengan AS sebagaimana laporan Jurnalis Kompas TV Putu Trisnanda, Rabu (26/2/2026).

“Saya hanya berharap, kita tidak bisa menolak investasi karena negara ini mau bergerak maju juga perlu investasi. Tapi investasi yang masuk harus ikut aturan negara, jangan sampai mengulang sejarah freeport,” ucap Komarudin.

Komarudin menekankan pemerintahan Presiden Prabowo harus hati-hati dan tidak boleh gegabah dalam tiap perjanjian investasi.

Ia menyinggung perihal perjanjian Indonesia dan Amerika Serikat lewat PT Freeport kala itu hanya meneken kerja sama untuk menambang tembaga, namun belakangan penambangan juga dilakukan terhadap emas di Papua.

“Freport mengelola emas dan tembaga berpuluh-puluh tahun tanpa laporan. Setelah sekian tahun baru tau bahwa ada emas, makanya dulu namanya Tembagapura. Yang seperti ini jangan diulang lagi. Itu yang harus hati-hati, jangan gegabah,” tegas Komarudin.

Sebelumnya menyangkut perjanjian dagang Indonesia dengan Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trum telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Dagang Resiprokal pada 19 Januari 2026 di Washington DC.