Pegadaian Galang Sinergi untuk Tingkatkan Investasi Emas di Maluku
Sumber Foto: ANTARA News Ambon
Ekonomi

Pegadaian Galang Sinergi untuk Tingkatkan Investasi Emas di Maluku

PT Pegadaian Area Ambon, Maluku, memperkuat sinergi antara wilayah Ambon dan Makassar untuk meningkatkan literasi dan minat investasi emas di Maluku, salah satunya melalui kolaborasi strategis dengan insan pers sebagai mitra edukasi keuangan masyarakat.

“Tidak semua wilayah bisa kami jangkau secara langsung. Karena itu, sejak Oktober 2025 Pegadaian menghadirkan layanan Pegadaian Digital agar masyarakat di daerah pelosok tetap dapat mengakses produk dan layanan kami, selama tersedia jaringan internet,” kata Pemimpin PT Pegadaian Wilayah VI Makassar yang membawahi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Pratikno, di Ambon, Jumat.

Ia menegaskan, peran media sangat penting dalam menjembatani informasi mengenai produk dan layanan Pegadaian kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh kantor layanan fisik.

Menurutnya, sinergisitas dengan media menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan berbasis emas yang dinilai lebih aman dan stabil sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Kinerja Pegadaian di wilayah konsolidasi Sulselbartra–Maluku sepanjang 2025 pun menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pratikno menyebut, capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat yang turut didukung oleh peran media dalam menyampaikan informasi secara berimbang dan edukatif.

“Pertumbuhan ini bukan semata hasil kerja Pegadaian. Ada kontribusi besar dari media yang secara konsisten membantu mengedukasi masyarakat,” katanya.

Sepanjang 2025, Pegadaian Wilayah VI Makassar mencatatkan omset seluruh produk sebesar Rp40,9 triliun dengan jumlah nasabah aktif mencapai 2.209.121 orang. Produk Tabungan Emas mencatatkan saldo 866.279 gram dengan 329.482 rekening, sementara deposito emas mencapai 126.011 gram. Adapun omset produk Cicil Emas (Cilem) tercatat Rp1,56 triliun atau setara 874.150 gram emas.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Ambon Hardsal Rahman menambahkan, tabungan emas kini menjadi salah satu produk unggulan Pegadaian. Berbeda dengan tabungan konvensional berbasis mata uang, menabung emas dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi nilai dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Emas tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai sarana menabung yang aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Inilah yang terus kami dorong agar semakin membudaya,” ucapnya.

Ia menyatakan, ke depan, Pegadaian berkomitmen terus memperkuat sinergi antara wilayah Ambon dan Makassar melalui inovasi layanan, perluasan edukasi keuangan, serta kolaborasi berkelanjutan dengan media dan pemangku kepentingan daerah. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat Maluku terhadap investasi emas yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.